Dahulu, guru agama gw pernah bilang bahwa pertemuan dengan seseorang sesungguhnya adalah pertalian nasib. Orang tidak hanya bertemu begitu saja, namun ada sesuatu hal dibaliknya. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk berkelana ke banyak tempat dan bertemu banyak orang agar nasibnya berubah. Pertemuan dan perpisahan adalah rahasia Tuhan.
Gw pahami setelahnya, beruntunglah gw karena pernah bertemu dan mengenal seseorang yang telah ikut mengubah gw menjadi orang yang lebih confidence; dari orang udik primordial menjadi orang yang tidak terlalu udik. Hehehe...
Sejujur enam dikali enam sama dengan tiga puluh enam, gw bersyukur karena ternyata ada cewek yang naksir (menaruh hati) pada gw. Yeah... maksud gw, menilik penampilan dan keadaan yang udah kayak orang kena malnutrisi n' bertampang menyedihkan seperti ini, gw kagak menyangka masih ada juga cewek yang khilaf. HahahaHAHHH...
Begitulah, dihinggapi asmara dan sampai di situ saja romansa gw dengan perempuan semlohay beibeh itu khatam. Hanya sebentar. Paling tidak, selama bersama dengannya gw pernah merasa menjadi orang yang ganteng.
Mengutip kata-kata dari om Haji Rhoma Irama:"Cinta... tidak bisa pakai logika. Jika terasa, hantam saja!". Dan tak lupa gw tambahkan dengan:"TER...LA..LU....."
Salam Dang Dut.