Tanggal 4 Desember 2016. Jika saja saya mengabaikan e-mail dari Prof. Kojima, seorang ahli tawon sosial dari Universitas Ibaraki, Jepang, maka saya tidak akan melanjutkan kuliah ke tingkat paling tinggi: doktoral. Saya ingat, hari itu hari Minggu karena segera setelah saya membaca pemberitahuan untuk menyiapkan dokumen beasiswa dari Profesor Kojima saya langsung memesan tiket travel ke Padang, bergegas untuk hari Senin paginya bertemu dengan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas. Dekan tidak dapat saya temui tapi saya mendapat surat rekomendasi dari Wakil Dekan 1. Berbekal surat rekomendasi itulah saya mengirimkan paket dengan fotokopi transkrip nilai dan ijazah ke Jepang via EMS atau Express Mail Service. Beberapa bulan setelahnya, Prof. Kojima berkunjung ke Pusat Penelitan dan Pengembangan/Puslitbang Biologi LIPI di Cibinong. Saya dibayari ongkosnya untuk ke sana dari Kerinci. Betapa murah hatinya Prof. Kojima. Semoga Kojima-sensei sehat wal afiat walau beliau terkadang galak kepada saya selama menempuh studi doktoral di Jepang kurun waktu 3.5 tahun.
