Sudah lama Alejamaoelaj tidak keluar dari kamar kos petak 3 x 3 meter-nya. Diajak bergitar, dia tidak mau. Diajak main koa, dia tak pandai. Alejamaoelaj, saudara yang sangat saya sayangi itu, rupanya sedang gundah. Hal biasa, karena memang sering dia menggundahi dirinya sendiri. Apa yang digundahinya itu (kali ini) adalah tentang memikirkan cita-citanya, impiannya. Terlebih, bagaimana dia mencapai cita-citanya itu?
Di kamar Alejamaoelaj banyak terserak buku-buku dan majalah, ada pula catatan di kertas HVS A4, berisi analisa S.W.O.T dirinya. Dulu, ketika SMP, ingin sekali dia menjadi gubernur. Lebih dari itu, sebenarnya cita-cita Alejamaoelaj adalah ingin menjadi presiden. Namun, dia tahu diri, dia hanya orang biasa. Jika tiba-tiba mencalonkan diri menjadi presiden, tentu orang-orang tidak tahu siapa dirinya? Apa sepak terjangnya? Menjadi gubernur adalah langkah awal bagi Alejamaoelaj untuk kemudian menjadi presiden Republik Indonesiah yang ke-11. Namun, ketika tahu bahwa jika ingin menjadi presiden harus mempunyai dana yang besar, niatnya itu diurungkan. Cukuplah dirinya menjadi gubernur, jika menjadi presiden, takut tidak balik modal, akunya. Selepas SMA, goes to be a governor hanyalah menjadi kenangan. Melihat banyak sekali ajang-ajang pencarian bakat, dicobanya pula ikut. Cita-citanya kini berganti ingin menjadi seorang idola! (Biarlah menjadi idola secara instan, biar!). Namun sayang, bahkan juri tidak mampu melihat bakat Alejamaoelaj. Lebih parah lagi, dia ditolak ikut audisi, lalu merana karena Haqqul yaqin dengan bakat bawaan menyanyi yang diwarisi dari ibunya. Apa yang salah dengan bakat Alejamaoelaj? Semua syarat menjadi idola ada! Tampan rupawan, suara oke, atletis, badan harum, apalagi? Rupanya ajang pencarian bakat yang diikuti Alejamaoelaj adalah Indonesian Udel, yaitu ajang pencarian pusar berbakat se-Indonesiah. Lepas dari ajang tidak jelas itu, dia berkuliah. Cita-citanya adalah ingin menjadi Hokage dan ingin membawa Sasuke pulang profesor.
Setelah lulus kuliah, Alejamaoelaj menetapkan cita-cita, yang sebenar-benar aspirasinya. Dia ingin menjalankan saja roda kehidupannya. Tak soal ingin jadi apa dan seperti apa. Asal dia bahagia dan orang-orang di sekitarnya juga ikut bahagia. Itu saja cukup baginya. Dia ingin bahagia dengan cara yang sederhana, misalnya yaitu dia ingin membuatkan kedai/rumah makan teruntuk ibunya. Di rumah makan impian Alejamaoelaj itu, segala macam masakan, resep masakan, bumbu masak, dan juru masak ---untuk juru masak, bolehlah didispensasikan--- adalah dari dan oleh ibu Alejamaoelaj sendiri. Bahkan jauh-jauh hari telah dipersiapkannya nama untuk rumah makan itu:
"Jadi, mau makan dimana kita?"
" Ya terserah."
Rumah Makan "TERSERAH" (R.M TERSERAH)
Begitu unik namanya. Lantas kenapa diberinya nama "Rumah Makan TERSERAH"? Karena sudah tidak terhitung banyak orang yang ketika ditanya ingin makan dimana, jawabannya adalah terserah. Terserah adalah jawaban opsional dan umum.
"Jadi, mau makan dimana kita?"
" Ya terserah."
Rumah Makan Terserah.
courtesy: www.humorterkini.wordpres.com



