Pernah suatu ketika, gw nungguin bus kampus sambil duduk di halte. Di depan gw lagi ada abang tukang mie pangsit keliling yang nitip gerobak pangsitnya ke gw (abangnya mo buang air bentar). Gak berapa lama ada 2 orang anak SMP yang nyamperin gw. "Bang, pangsitnya bungkusin 2. Sambalnya dipisah ya, Bang!?". Ngomongnya jelas-jelas ke gw. Anjirrrrrr.... Dikata gw tukang pangsit apa yak???? Mana orang-orang di halte ngetawain gw lagi!!!! Gw shock banget.
Gw bener-bener kagak terima dibegituin. Emang sih tampang gw waktu ntu menunjang: pake baju kaos, sandal jepit EIGER, celana jins, kpala botak cepak (maklum, masih zaman OSPEK kuliah) ditambah pula tampang gw kayak tukang somay. Langsung aja gw cabut dari sana. Tengsin, bro!
---
Kamis, 20 Mei 2010
Kamis, 13 Mei 2010
Whenever it's done
DIJUAL CEPAT!!!!!!!
HARGA NEGO, SEPATU SAYA AKAN TERKENAL. KALO MAU BELI, SEKARANG AJA... MUMPUNG SAYA LAGI MAU JUAL!!!!!
C. P : Ale (+628136397xxxx)
Beberapa komentar tentang sepatu Saya:
''Ditinjau dari design, jarang menerobos namun intensitasnya mencengangkan.''
---- pak Romli, tukang jahit sepatu di simpang Pasar Baru
''Sepatu yang unik, langka, dan elegan. Memakainya akan memberi energi positif yin dan yang. Cocok dipakai kawula muda berpenampilan funky, enerjik, dan so pasti gaul!''
---- mak Jubay, tukang urut
''Kagak nahan daaah...! Bau banget!!!''
--- Jon, orang yang gak ngerti perasaan gw
''Kalo Mas minum yang kencur Bima TL, dijamin kuat Mas... . Bisa campur madu, telor. Pokoke muantab! Nah kalo yang temuireng ples merica campur kuning telor buat nambah 'daya dorong' tho Mas. Tinggal pilih Mas, mau yang manaH...?''
---- Yayuk, tukang jamu keliling *gak nyambung Men!*
HARGA NEGO, SEPATU SAYA AKAN TERKENAL. KALO MAU BELI, SEKARANG AJA... MUMPUNG SAYA LAGI MAU JUAL!!!!!
C. P : Ale (+628136397xxxx)
Spotec F146
diperankan oleh model
Beberapa komentar tentang sepatu Saya:
''Ditinjau dari design, jarang menerobos namun intensitasnya mencengangkan.''
---- pak Romli, tukang jahit sepatu di simpang Pasar Baru
''Sepatu yang unik, langka, dan elegan. Memakainya akan memberi energi positif yin dan yang. Cocok dipakai kawula muda berpenampilan funky, enerjik, dan so pasti gaul!''
---- mak Jubay, tukang urut
''Kagak nahan daaah...! Bau banget!!!''
--- Jon, orang yang gak ngerti perasaan gw
''Kalo Mas minum yang kencur Bima TL, dijamin kuat Mas... . Bisa campur madu, telor. Pokoke muantab! Nah kalo yang temuireng ples merica campur kuning telor buat nambah 'daya dorong' tho Mas. Tinggal pilih Mas, mau yang manaH...?''
---- Yayuk, tukang jamu keliling *gak nyambung Men!*
Kamis, 06 Mei 2010
Ordinary Miracles
Bloody hew!!!! Somebody help me no smoking yes or no thanks a lot this is Michael how are you today i'm fine and you tukang tebu jual jambu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *kata-kata dalam bahasa Inggris yang gw hapal bener bwt mengumpat *
April (Lavigne) bangsat! Gw terlunta-lunta di bulan penuh kekejaman ini. Duit gw amblas, gw ngutang ke temen-temen gw.
Kebangkrutan (yang telah biasa) tersebut diakibatkan karena gw berlagak dan bertingkah laku layaknya anak kawasan Menteng. Biaya makan sehari sampai Rp. 20.000, padahal pada hari-hari biasa makan tak lebih dari Rp. 10.000! Tapi hal itu hanya sampai tanggal 15. Setelah itu gw minta diutangi. Awal bulan nanti akan kaya lagi. Payah sekali memutus siklus!
Gw tak sendiri dalam menghadapi kejamnya April. Fadli, temen sekost gw, bernasib sama. Jadilah ada 2 orang anak udik Kerinci yang bertahan menghadapi keras hidup.
Bukan keluhan, bukan pula agar kisah derita ini diangkat ke layar lebar. Hanya sebagai pengingat dan pedoman.
---
Gw paling suka pagi hari. Terbangun mendengar pengajian menjelang Subuh dari masjid Al-Akbar di belakang rumah. Setelah Subuh, biasanya telah tersedia susu hangat dan teh manis panas di meja makan.
Susu dan teh tidak hadir sendiri. Akan ada 6 piring nasi goreng bawang untuk masing-masing orang. Jika bukan nasi goreng, maka serabi dari kedai kelontong di depan rumah sebagai pengganti sarapan.
Gw juga paling suka ba'da Maghrib. Semua berkumpul. Saatnya makan malam. Gw menyukai lauk sambal ikan puyuh goreng pete. Gw lihai merobek daging punggung ikan puyuh goreng.
Gw menyukai senyap menjelang Isya. Paling suka mendengar adzan shalat Isya. Gw lebih suka lagi jalan-jalan malam untuk sekedar membeli mie ayam.
Ah, seperti dulu ketika masih sekolah.
---
#thanx to Mas Adi III (for inspiration)
April (Lavigne) bangsat! Gw terlunta-lunta di bulan penuh kekejaman ini. Duit gw amblas, gw ngutang ke temen-temen gw.
Kebangkrutan (yang telah biasa) tersebut diakibatkan karena gw berlagak dan bertingkah laku layaknya anak kawasan Menteng. Biaya makan sehari sampai Rp. 20.000, padahal pada hari-hari biasa makan tak lebih dari Rp. 10.000! Tapi hal itu hanya sampai tanggal 15. Setelah itu gw minta diutangi. Awal bulan nanti akan kaya lagi. Payah sekali memutus siklus!
Gw tak sendiri dalam menghadapi kejamnya April. Fadli, temen sekost gw, bernasib sama. Jadilah ada 2 orang anak udik Kerinci yang bertahan menghadapi keras hidup.
Bukan keluhan, bukan pula agar kisah derita ini diangkat ke layar lebar. Hanya sebagai pengingat dan pedoman.
---
Gw paling suka pagi hari. Terbangun mendengar pengajian menjelang Subuh dari masjid Al-Akbar di belakang rumah. Setelah Subuh, biasanya telah tersedia susu hangat dan teh manis panas di meja makan.
Susu dan teh tidak hadir sendiri. Akan ada 6 piring nasi goreng bawang untuk masing-masing orang. Jika bukan nasi goreng, maka serabi dari kedai kelontong di depan rumah sebagai pengganti sarapan.
Gw juga paling suka ba'da Maghrib. Semua berkumpul. Saatnya makan malam. Gw menyukai lauk sambal ikan puyuh goreng pete. Gw lihai merobek daging punggung ikan puyuh goreng.
Gw menyukai senyap menjelang Isya. Paling suka mendengar adzan shalat Isya. Gw lebih suka lagi jalan-jalan malam untuk sekedar membeli mie ayam.
Ah, seperti dulu ketika masih sekolah.
---
apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
seperti yang kau lakukan setelah membuang tahi matamu di kedai kopi
peraturan dibuat, kau tertawakan....
tunggu saja jika punishment sudah terjadi, merenung tiada guna kau dibalik jeruji
apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
setelah semalaman kau gambar pantat orang, atas nama seni
sedang anak-anak ngeri dan jijik melihatnya
akhirnya mereka pun terbiasa pula menggambar pantat, bahkan membuat pantat...
apakah hidup hanya lelucon saja?
saat kau setubuhi hukum dengan pengacaramu yang narsis itu
atau ketika kau sulam kain lap dari bulu anjing, menghapus darah perawan kebenaran....
pantas saja pentas ini tak pernah benar orangnya, karena orang yang benar tak laku untuk dijual di TeVe
bos media pengadu domba!
apakah hidup hanya lelucon saja?
kau tertawa terbahak sambil makan roti isi mentega basi
padahal baru semenit lalu kalian berantem di acara debat
pandai berakting pula kalian ya?, kenapa nggak ikut main sinetronnya Dedi Corbuzier saja...?
apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
orang berzina kalian lindungi, dianggap gentleman karena brani ngaku setelah ternyata anaknya mirip 'bapak haram'-nya
orang homo dan banci boleh bikin konferensi, se-Asia pula tu... gila
sedang orang nikah siri kalian penjarakan, sementara KUA tak pernah beres ngurus surat nikah
dan yang poligami kalian bilang tak punya perasaan, kalian yang tak berotak!!!
apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
kau terlelap enak di ruangan ber-AC, sementara orang yang tak punya rumah kepanasan di bawah jembatan
kau makan enak buatan perusahaan catering, sedang orang-orang itu makan nasi aking
kau tertawa menertawakan orang yang sedang tertawa, tak sadar kau bahwa dia sedang menertawakanmu
menertawakan tingkahmu yang tertawa-tawa setelah menang taruhan dengan si MarKus...
apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
lelucon, saling menertawai...
saling beradu akting,
mending nggak usah ada televisi, cukup siaran radio RRI...
biar kita tak banyak pasang aksi
#thanx to Mas Adi III (for inspiration)
Label:
inspiration,
Lagi katroX,
My bro
Langganan:
Postingan (Atom)