Jumat, 07 September 2012

the power of NEKAD

 انَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
 --------------------------------------------------------------------------------------------
"Pada kenyataannya, Prof. Dr. Dahelmi adalah salah seorang yang akan membuat Anda bekerja sekitar 99 % dari kapasitas Anda dan Anda akan menyukai bekerja seperti itu. Beliau bersama Dr. Henny Herwina merupakan dua orang ahli serangga nan jenius yang dipunyai Universitas Andalas yang akan senantiasa mendorong dan mendukung perkembangan mahasiswa. Saya bangga dan bersemangat karena rupanya saya telah diajar oleh profesor dan doktor yang bermutu tinggi".

-Rionaldo Stockberas (ex-mahasiswa semester akhir)

"Guru SD saya, guru SMP, SMA, guru ngaji, buya pesantren Ramadhan, dosen-dosen, paman-paman saya adalah orang-orang yang sangat berjasa. Mereka adalah orang yang berhak mengatakan apa pun tentang saya, menegur dan memarahi saya, menghardik pun tak apa-apa (tapi, sepanjang ingatan saya, tak pernah mereka menghardik). Karena berkat mereka-lah saya seperti sekarang. Terima kasih seluas-luasnya!".

-Bojes Alaudin (ex-mahasiswa)

"Take 19! Sumber air su dekat! Beta rasa senang... Terima kasih Bapa, Mama', Nenek, Kakek, sekarang beta tak sulit air".
-Alberto Goncalves Beto (murid SD 113/III Kec. Leihitu, Ambon Tengah, AMBON)


SI TOU TIMOU TUMOU TOU ("man lives to educate man" )


Dr. Henny Herwina, M.Sc
courtesy: google.com


 Prof. Dr. Dahelmi, M.S
---
[Bang, saya pinjam sebentar. Nanti saya kembalikan lagi. Pis, bang]  
Alejamaoelaj

Saya selalu terpesona dengan cara bang Nicholas menyikapi nasib. Padahal dirinya telah ditimpa susah bertubi-tubi sejak kecil. Maka bagi saya, bang Nicholas adalah guru kebahagiaan. Semua kesusahan itu dia terima dengan ikhlas.

Bang Nicholas, sepanjang yang saya kenal, tiada pernah mengumpati keadaan. Bahkan jatuh dari pohon karena didorong beruk pemetik kelapa sekalipun ia tetap tertawa. Saya rasa, memang karena sifat alamiahnya yang senang tertawa. Dari sepuluh kali percobaan menyatakan cinta, ia selalu ditampik (baru saya tahu, ternyata ada orang telah ditolak sebanyak itu tetap kukuh berjuang). Sebenarnya, harap mafhum. Bang Nicholas itu seorang pemalu. Ia tak pandai. Tidak mahir berpandai-pandai. 

Pernah bang Nicholas bercerita, dia telah merasai berbagai peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati, memilukan, memalukan, menyenangkan, dianggap remeh orang, dicaci, semua. Sekarang dia sudah kebal, sudah tidak takut lagi.

[Puaskah kau, bang? Setelah saya tulis semua tentang abang, sekarang lepaskan saya! Lepaskan borgol ini, bang!!!]

--------------------------------------------------------------------------------------


Kamis, 06 September 2012

TUHAN, Engkau selalu bersama mahasiswa tingkat akhir.

Kami, teman sama-sama kena ESQ, teman sama-sama mendaftar kuliah, teman sama-sama makan, teman sama-sama manjek btang karambie, teman sama-sama cari bahan praktikum, teman sama-sama jadi kudo pelajang bukik, teman sama-sama kagak boleh masup praktikum, teman sama-sama nonton bola bareng di kampus (kasus pembajakan ruang seminar), teman sama-sama seteres karena blom sempat bikin tugas praktikum (dan akhirnya sukses kagak masup lagi praktikumnya), teman sama-sama bikin surat penangguhan pembiayaan SPP, teman sama-sama bikin tenda lapangan dan angkat-angkat barang KL, teman sama-sama terluka karena cinta (mamaga durian condong, hehehe), teman sama-sama makan durian hutan, teman sama-sama berhujan-hujan makan Popmie di hutan, teman sama-sama maen gitar di kampus, teman sama-sama kena semprot dosen, teman sama-sama nungguin dosen, teman sama-sama nongkrong di halte bus kampus, teman sama-sama tidur di lab, teman sama-sama pergokin orang pacaran di kampus malam-malam (berkolaborasi dengan bang satpam kampus), teman sama-sama penelitian, teman sama-sama maen futsal, teman sama-sama ikut penelitian proyek dosen, teman sama-sama perbaikan bahan skripsi, teman sama-sama duel maen PS (bravo Bercelana!), teman sama-sama lari-larian ngejar bus kampus, teman sama-sama pasang antena tipi di atap kampus (thanx Tokek, Cebong, Tupay: kalian adalah lebih hebat daripada supermen, kalian adalah supermario-brooot), teman sama-sama masang kamera trap, teman sama-sama berpeluh-peluh di hutan dan haus setengah mampus karena GPS lagi ngadat, teman sama-sama ngetik laporan kuliah lapangan bareng (kasus Pengantaran Laporan KL jam 00.00 WIB), teman sama-sama kerja sambilan, teman sama-sama mengulang kuliah, teman sama-sama nonton konser PADI di Lanud Tabing (oooh, cewe sintal itu masih berbekas di hatiku, hahahah…), teman sama-sama mengungsi (korban gempa, wkwkwkwkkkw), teman sama-sama makan nasi goreng uda Gagah simpang Malintang (homo!!!), teman sama-sama kena tilang polisi yang mirip Narji CAGUR, teman sama-sama berbagi sleeping bag dan terpaksa tidur meringkuk di bak belakang mobil pick-up milik jurusan, teman sama-sama putar-putar keliling kampus naik bus (asyik… besok-besok coba lagi ah),; teman sama-sama katrok (kasus buang kentut di dalam lift gedung rektorat dan berfoto sambil duduk di eskalator mall), teman yang sama-sama selalu bersama.

Tapi, tidak sama wisudanya.

Kami, para “cecunguk-cecunguk” ini, akhirnya berhak menyandang gelar yang prestisius, sangat kami dambakan selang 4 tahun (atau mungkin 5 tahun yang lalu) berkelana menuntut ilmu di universitas. Kata “wisuda” tiada lagi menjadi kata yang sangar, angker, atau angkuh. Ia telah menjelma menjadi kata yang madu. 

Next, BERKELANA part two!

 ____________________________________________________________

Langsung aja deh nih, cuy. Berdasarkan pengamatan (dan pengalamn) gw selama 5 tahun, gw bisa menarik kesimpulan bahwa rata-rata mahasiswa perantau kalo udah tanggal tua alias bokek-cekak pasti akan menunjukkan aktifitas makan yang hampir sama bahkan gak ada bedanya.

Nih coy, makanan yang biasanya jadi favorit (gw) mereka , cekiprooooot!

Hari pertama kebokekan masih bisa ke sini:



---> ke warteg/ampera 7000

Hari ketiga tetap ke warung tapi cuman beli ini nih:

---> mie Indomie rasa Kari Ayam (de best foodt op de worltttt)



stok udah abis terus bongkar-bongkar kardus, ehk, gak taunya nemu ginian, ya udah sikat aja! Lumayan bwt makan malem ini, siapa tau besok kiriman datang.


---> ikan asin (the best food op de bockek day)

Hari kelima kantong mulai mintak napkah, lantas mutusin bikin ini:

---> dadar telor

Kiriman dari kampung kagak kunjung datang, perut udah "nendang-nendang",  opsi terakhir ya ini dah:



---> nasi putih + penyedap rasa "RO*CO" (malang bener dah nasip elu...).

Bangun pagi-pagi karena ada kelas pagi sambil mikirin napkah hari inih, ehk, gak taunya ada ginian, lumayan bwt ganjal perut meskipun air teh dengan sedikit gula (karbohidrat):

 ---> teh celup panas

Abis kuliah ada panggilan masuk, tulisan di display HP-nya "#Ibu calling" langsung sumringah, ditelpon nyokap,"Nak, nanti tolong cek ke ATM, uang sudah dikirim untuk bulan ini". tanpa pikir panjang makan siang langsung ini:


JRENG JEEENG JREEENG!!!


K*C
___________________

wkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwk....

Sumber gambar: - http://i5.photobucket.com/albums/y156/familjendettmer/, - http://4.bp.blogspot.com/-zwEA4w72yZA/T9Nkt6W-n-I/AAAAAAAACC4/p4jzC3vEfrk/s1600/Royco.jpg, - http://teknikdiet.com/wp-content/uploads/2012/03/nasiputih.jpg, - http://asri78.files.wordpress.com/2009/09/telur-dadar-warteg.jpg, - http://livingyourpassion.files.wordpress.com/2009/08/kfc-bucket-of-chicken.gif?w=600, - http://i4.photobucket.com/albums/y114/babymeong/IkanAsin.jpg, - www.blogger.com/blogger.g?blogID=7383005524116435047#editor/target=post;postID=4765435628029609700