Kamis, 20 April 2023

The Guy of Stupid & Lucky

 

Kita sama tuanya dengan umur Alam Semesta karena materi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Pada level paling terdalam, kita adalah Semesta itu sendiri.
--------------------------------------------------------

"Hidup itu menunggu mati, dan bekerja untuk menunggu waktu sholat...”

Selintas postingan video singkat dari seorang mualaf yang telah almarhum bernama Ko Steven mampir di instagram pribadi. Setelah bermenung dan memikirkan sekian lama, saya memutuskan ---bahwa bagi saya--- perspektif ini saya setujui dan saya tambahi. Karena sejarah, karya-karya atau pencapaian besar selalu tercipta dari kesungguh-sungguhan (مَنْ جَدَّ وَجَدَ), keseriusan dan fokus yang tinggi yang seharusnya dijalani oleh manusia selama masa tunggu. 

Hidup itu tidaklah sementara. Hidup di dunia yang sementara, dan kita akan hidup lagi di akhirat, kelak. Hidup kita di akhirat 'kan tergantung bagaimana di dunianya. Jadi kalau melakukan hal-hal besar di dunia, pasti akan berdampak ke akhiratnya. Perhatikan saja, bukankah sebagian besar orang dengan karya atau prestasi besar biasanya akan lebih banyak manfaatnya buat orang lain??? Dan biasanya jikalau manfaatnya banyak, rezekinya juga bisa jadi banyak. Akhirnya bisa sedekah lebih besar, bisa naik haji, dan bisa lebih banyak lagi membantu orang. Rasulullah 
مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pun berpesan, sebaik-baik orang itu orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.  Saya berpikir seperti itu.

Allah اللّٰه SWT berfirman:

"Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain...” 
(QS. 94:7).

Jelas sekali perintah-Nya, KERJAKAN dengan SUNGGUH-SUNGGUH pekerjaan kita, bukan cuman sekedarnya saja. Ayat yang ini lebih “kena” lagi: 

“Apabila TELAH kamu tunaikan SHALAT, maka BERTEBARANLAH kamu di muka bumi, dan CARILAH KARUNIA Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung...” (QS. 62:10).

Jikalau sudah sholat, ya menyebar dong kemana-mana, cari karunia Allah. Bentuknya bisa ilmu, bisa rejeki, bisa peluang, atau amal-amal baik lainnya. Sholat tanpa perlu dibilang penting pun memang sudah penting dan jadi KEWAJIBAN dari dahulunya. Bahkan kalau sudah sampai pada tingkatan tertentu malah jadi KEBUTUHAN. Lagipula kita telah diberikan raga oleh Allah, sang Pencipta, agar digunakan, diberdayakan, dipakai untuk beribadah kepada-Nya sebelum nanti kembali lagi kepada-Nya. 

Demikian.

_____
Mito-shi, Ibaraki-ken, 28 June 2020, 19.14 JST

Jumat, 14 April 2023

Lucky Guy but Stupid

 



_______________________________________


Nasi goreng dan teh manis buatanmu, numero uno !

______________________________________

by Daniel Sahuleka



Tomorrow’s near, never I felt this way
Tomorrow how empty it’ll be that day
It tastes so bitter or are these the tears that I hide
To know that you’re my only light
I love you I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
I love you Yes I do

How many lonely days are there waiting for me
How many seasons will flow over me
Till the emotions make my tears run dry
At the moments I should cry
For I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
It makes me so afraid

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
The reason is still I love you

[Daniel Sahuleka copyright since composing this song in 1979.]