Ini cerita tentang saudara angkat gw. Namanya Alejamaoelaj (baca: Ale-ya-ma-u-lay). Anaknya sok asik, kagak gaul, jalannya cepat kayak orang lagi dikejar debt collector, dan punya cacat dalam berkomunikasi. Semasa kecil ia bercita-cita pengen jadi gubernur lalu berambisi menjadi pemain sepak bola profesional, gitaris grup band rock, kekasih terhebat di universitas, dan lain-lain.
Setelah lulus kuliah, dan kebetulan sedang putus cinta, ia memutuskan untuk merantau ke Australia. Mencari kerja di sana, ia menganggap itu kesempatan emas sebelum nantinya menikah, meniti karier, membina keluarga, seperti orang pada umumnya.
Namun, kehidupan menemukan kejernihan dan kebahagiaannya sendiri setelah ia berada di hutan suku Aborigin, Australia, dan menempa diri dibawah bimbingan kepala suku (alm) Xing Qui Ciew Ah, master bumerang internasional, sosok yang sangat berpengaruh dan mentor bagi generasi ahli-ahli bumerang dunia.
Di negeri yang sangat asing itu, ia kerap makan ikan busuk, bergulat dengan udara panas dan lembab, menahan serangan nyamuk. Alejamaoelaj, saudara gw itu, terus berlatih. Akunya, semakin ia ditempa semakin ia senang dan bersemangat. Tampaknya ia mengalihkan diri.
Waktu berselang, Alejamaoelaj mulai bosan pada Australia. Dia berpikir untuk menjamah Asia, berkelana ke Jepang, dari utara Hokkaido sampai ujung selatan gunung Sakurajima, Kagoshima atau Okinawa. Dikumpulkannya uang dari hasil kerja part-time di toko kelontong MakuDonaredu (MacDonalds). Alejamaoelaj siap merambah Jepang.
Di Jepang, si kurus nekad itu baru tahu rasa. Salahnya sendiri datang ke Jepang pada musim panas. Namanya musim panas memang panas sepanas namanya. Alejamaoelaj, saudara gw itu, lantas dehidrasi nyaris menghadap Illahi lalu dibawa warga Jepang ke penampungan sosial.
Rupanya cerita orang asing yang hampir mati di Jepang itu cepat menyebar. Dan media massa yang seperti biasa selalu menghiperbolakan cerita membuat Alejamaoelaj terkenal. Dia yang mula-mula berniat hanya ingin melancong malah naik pamornya karena sekarat di negeri orang.
Sekarang, saudara angkat gw itu berlagak. Tidak mau pulang kampung. Berhembus kabar, dia sudah mapan di negeri rantau, punya rumah, mobil mewah, beristri perempuan manis berhidung mancung --- nanti beranak pasti mirip Takeshi Kashiwabara, katanya --- dan konon dia sedang mengerjakan doctoral program untuk mendapat gelar PhD.
Jelas dia bersikeras melupakan masa lalu dan ingin terus maju.
HIDUP MAJU!!!!
-----------------------------___________
13 Januari 2006
Hai mai pren! Kenalkan nama saya Alejamaoelaj bin Muhammad Nuh.
Jadi gini, saya kenal dengan bang Nicholas waktu saya ikutan casting pilem "Kuntilanak Beranak". Waktu itu bang Nicholas blom terkenal kayak sekarang, yah... dia masih jadi figuran di pilem itu, kalo gak salah, jadi figuran papan penutup liang lahat! Ya, ya... saya ingat banget, waktu itu bang Nicholas disuruh asisten sutradara buat terlentang di kuburan trus ditimbun tanah, ampe dia megap-megap. HUahaaahahahahaha.... kasihan bang Nicholas, kasian, kasian.
Berhubung bang Nicholas pada saat itu pingsan kehabisan nafas, saya disuruh asisten sutradara bwt kasih nafas buatan. BUJUG BUNENG.......... . Saya diancam kagak lolos casting kalo nolak. Terpaksa dah saya lakukan. Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. Bang Nicholas langsung sadar pas mulut saya mau saya sosor ke mulutnya dia. Fuihhhhh... Selamet dah.
Ternyata, bang Nicholas Syahroni orangnya cool busyet. Dia cerita tentang kariernya di pentas perpileman Indonesyah. Awal kariernya membintangi pilem Sang Pencari Nafkah (1995) jadi cameo, trus serial tipi Anakku Bukan Anakmu Gitu loh (1997) sebagai stuntman, Impian Chabellita (2001) sebagai pengisi suara Fulgosso (tokoh anjing Chihuahua), sampai yang terakhir jadi figuran di senetron kejar tayang. Dan ternyatanya lagi, kami sekampung, sekelurahan, kagak se-RT.
Lalu saya ceritakan tentang riwayat diri saya ke bang Nicholas. Saya datang ke Djakarta ini dengan berjalan kaki dan menumpang ama truk angkut barang. Tidur pun menumpang di dalam bedug mesjid. Saya sangat berharap nasib saya bisa berubah di rantau orang.
Namun, tujuan saya yang sebenarnya bukan hanya itu. Tujuan yang paling utama adalah saya ingin bertemu Oom Haji Rhoma Irama, meminta tanda tangan dan dengan sukarela agar diberi satu koleksi gitarnya. Tanda tangannya untuk ibu saya, gitarnya untuk bapak saya.
Saya ikut dengan bang Nicholas, bekerja magang jadi asistennya sambil berkuliah. Tawaran maen pilem sepi, dan saya yang dipersalahkan akibat sepinya lowongan maen pilem ini. Saya sangat sayang dengan bang Nicholas, saya terima saja pelampiasan amarahnya, walau di dalam hati saya mengumpat: "Hey YOU!!!! Emang loe nyang kagak laku jadi aktor! Tampang loe kagak menjual, tampang gak jelas kayak ramalan cuaca gitu malah pede banget pengen ngetop! DAsar Kambing turik , donosaurus, berkali-kali ditolak cewek! What a f*%k off (Apaan kawin mati) !!!"
Akhirnya, setelah lulus kuliah saya putuskan berhenti bekerja pada aktor tidak laku itu. Saya ingin mencari suasana baru. Tidak akan pernah saya lupa pengalaman selama bersama dengannya. Terutama nasehat-nasehat bang Nicholas yang langsung kena di hati: "Jangan biarkan orang lain merenggut kebahagiaanmu dengan membuatmu marah, sedih, kecewa. Jangan bersedih! Karena kamu hanya bersedih sendirian. Terima dengan keikhlasan yang tulus dan bergembiralah! Selalu ingat untuk memandang tinggi ke bintang, bukan melihat ke bawah.
Coba untuk mencerna apa yang kamu lihat dan tentang apa yang membuat
semesta ada. Selalu penasaran!!! Jika kamu mau dan kamu mampu maka kamu pasti bisa. Dan betapapun sulit kehidupan, selalu
ada sesuatu yang bisa dilakukan dan sukses."
Terima kasih untuk persaudaraan selama ini dan seterusnya, Bang! Do'akan saya selamat di negeri manapun saya berada yak!?
Adikmu yang tampan,
xxx
Alejamaoelaj
------------------------------------------------_______
Mimpi.