--------------------------------------------------------------------------------------------
"Pada kenyataannya, Prof. Dr. Dahelmi adalah salah seorang yang akan membuat Anda bekerja sekitar 99 % dari kapasitas Anda dan Anda akan menyukai bekerja seperti itu. Beliau bersama Dr. Henny Herwina merupakan dua orang ahli serangga nan jenius yang dipunyai Universitas Andalas yang akan senantiasa mendorong dan mendukung perkembangan mahasiswa. Saya bangga dan bersemangat karena rupanya saya telah diajar oleh profesor dan doktor yang bermutu tinggi".
-Rionaldo Stockberas (ex-mahasiswa semester akhir)
"Guru SD saya, guru SMP, SMA, guru ngaji, buya pesantren Ramadhan, dosen-dosen, paman-paman saya adalah orang-orang yang sangat berjasa. Mereka adalah orang yang berhak mengatakan apa pun tentang saya, menegur dan memarahi saya, menghardik pun tak apa-apa (tapi, sepanjang ingatan saya, tak pernah mereka menghardik). Karena berkat mereka-lah saya seperti sekarang. Terima kasih seluas-luasnya!".
-Bojes Alaudin (ex-mahasiswa)
"Take 19! Sumber air su dekat! Beta rasa senang... Terima kasih Bapa, Mama', Nenek, Kakek, sekarang beta tak sulit air".
-Alberto Goncalves Beto (murid SD 113/III Kec. Leihitu, Ambon Tengah, AMBON)
SI TOU TIMOU TUMOU TOU ("man lives to educate man" )
Dr. Henny Herwina, M.Sc
courtesy: google.com
courtesy: google.com
Prof. Dr. Dahelmi, M.S
[Bang, saya pinjam sebentar. Nanti saya kembalikan lagi. Pis, bang]
Alejamaoelaj
Saya
selalu terpesona dengan cara bang Nicholas menyikapi nasib. Padahal
dirinya telah ditimpa susah bertubi-tubi sejak kecil. Maka bagi saya,
bang Nicholas adalah guru kebahagiaan. Semua kesusahan itu dia terima
dengan ikhlas.
Bang
Nicholas, sepanjang yang saya kenal, tiada pernah mengumpati keadaan.
Bahkan jatuh dari pohon karena didorong beruk pemetik kelapa sekalipun
ia tetap tertawa. Saya rasa, memang karena sifat alamiahnya yang senang
tertawa. Dari sepuluh kali percobaan menyatakan cinta, ia selalu
ditampik (baru saya tahu, ternyata ada orang telah ditolak sebanyak itu
tetap kukuh berjuang). Sebenarnya, harap mafhum. Bang Nicholas itu seorang pemalu. Ia tak pandai. Tidak mahir berpandai-pandai.
Pernah bang Nicholas bercerita, dia telah merasai berbagai peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati, memilukan, memalukan, menyenangkan, dianggap remeh orang, dicaci, semua. Sekarang dia sudah kebal, sudah tidak takut lagi.
[Puaskah kau, bang? Setelah saya tulis semua tentang abang, sekarang lepaskan saya! Lepaskan borgol ini, bang!!!]
--------------------------------------------------------------------------------








