Jangan pernah menderita sakit gigi saat 3 hari Lebaran.
Raya tahun ini merupakan hari Idul Fitri tercerah yang pernah gw rasakan. Panas dan terang. Mantap! Cuman satu hal yang gak memantapkannya: gw sakit gigi, geraham depan kanan sepih. Situasi bgini membwt sakit ati sedikit lebih baik daripada harus sakit gigi!
Rasa sakitnya itu menghentak-hentak. Tak putus. Baru bisa berhenti jika gw sudah menelan Acetaminophen dari puyer Bintang Toedjoe.
Geraham yang berlubang itu dulu pernah abses dan terus mengeluarkan sedikit gas. Gas itulah nyang ngebuat Edo (mai brada) saban hari muntah kuning. Hahaha... . Sekarang, setiap kali makan gw perlu menyumpal gigi yang berlubang itu dengan kapas segede upil agar sisa makanan kagak masuk.
Gigi gw, kata dokter, unik. Dua geraham akhir paling belakang berperilaku menyimpang, tidak patuh azas tumbuh. Geraham itu miring meninju geraham di depannya. Istilah kedokterannya, gigi gw kena lower impacted wisdom tooth.
Demi menghormati karunia gigi primitif ini, gw sekuat tenaga berkeliling kota mencari praktek dokter gigi yang buka saat suasana Lebaran masih bereuforia (13/9).
N. B: Kakek gw masuk RS; keluarga besar pada ngumpul. Okelah kalo bgituh...
---
Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam satu jam, tidurlah. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam satu hari, pergilah memancing ikan. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam setahun, banyaklah berdo'a kepada Allah SWT. Dan apabila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam hidupmu, maka tolonglah orang lain.
Rabu, 15 September 2010
Kamis, 09 September 2010
hyperinflation
Malam ini malam Raya, malam Idul Fitri 1431 H. Besok 1 Syawal. Ramadhan dan Lebaran tahun ini kayak biasa. Kecuali satu, gw ditawarin maen pilem:
---
Tahun 1997, gw masih duduk di kelas 2 SD waktu itu. Uang saku gw dikasi Rp 1.500;. Dengan uang seribu lima ratus itu, gw bisa beli semangkuk bakso seharga Rp 1.000 dan nasi bungkus sambal teri kacang Rp 500.
Jika gw kepingin makan sate AMIR (nama kedai sate yang paling terkenal di kampung halaman gw), maka gw harus menabung sampai Rp 3.500 demi seporsi sate. Caranya dengan menghemat jajan selama 3 hari. Esoknya, lebih sering pada akhir pekan, gw bisa membeli sepiring sate berkuah merah itu dengan tambahan kerupuk jangat. Shaaadaaaph...
Saat ini (2010), sate AMIR yang sama harganya sekitar Rp 10.000. Artinya jumlah ini setara dengan 2,87 kali harga sate tahun 1997.
PAK ATAR, THE LAST TUKANGBLENDER (gw jadi figuran).
---
Tahun 1997, gw masih duduk di kelas 2 SD waktu itu. Uang saku gw dikasi Rp 1.500;. Dengan uang seribu lima ratus itu, gw bisa beli semangkuk bakso seharga Rp 1.000 dan nasi bungkus sambal teri kacang Rp 500.
Jika gw kepingin makan sate AMIR (nama kedai sate yang paling terkenal di kampung halaman gw), maka gw harus menabung sampai Rp 3.500 demi seporsi sate. Caranya dengan menghemat jajan selama 3 hari. Esoknya, lebih sering pada akhir pekan, gw bisa membeli sepiring sate berkuah merah itu dengan tambahan kerupuk jangat. Shaaadaaaph...
Saat ini (2010), sate AMIR yang sama harganya sekitar Rp 10.000. Artinya jumlah ini setara dengan 2,87 kali harga sate tahun 1997.
Label:
Fitrah,
i was child,
U can change
Langganan:
Postingan (Atom)