Jumat, 04 Juni 2010

Why do you love me so sweet?

Ada orang-orang tertentu di antara kita yang memendam cinta demikian rapi. Bahkan sampai mereka mati tak pernah sekejap pun mereka memperlihatkan dengung hatinya.

Jika malam tiba, mereka merayapi jalan-jalan beraspal dingin. Termenung bicara pada bintang. Jika hendak tidur, mereka mendengus meratapi nasib, jengkel pada dirinya sendiri. Sama kesalnya penonton dengan kedunguan pemain sepak bola yang gagal memasukkan bola ke gawang kosong.

Cinta yang tak terungkap. Dia telah menjadi seekor pungguk, menunggu gadis yang membuat malam-malamnya resah. Dia mencoba puitis. Setiap melihat cermin yang terpantul malah wajah kekasih. Dia tak bernafsu makan, tak lelap tidur. Mulai pulalah dia bercakap-cakap sendiri dengan guling. Romantis laksana Opera van Java, lucu sekaligus mencemaskan.

Cintanya tidak terungkap karena ngeri mengira resiko cinta ditolak. Takut berbuat kesalahan sedetik yang akan menghancurkan fondasi cintanya yang telah dibangun sedemikian lama, hahaha... Takut pada hal yang bahkan belum dia lakukan.

Tidak ada komentar: