---- Friday, 25 January 2013 ----
Selepas wisuda dan menerima ijazah, maka gw masuk ke fase
hidup gw yang berikut. Menjadi seorang sarjana. Lantas gw pulang
kampung, mengelola perniagaan (baca: perusahaan keluarga/family corporation).
Niatnya gw mau jadi berguna sebagai anak dan sebagai abang, tapi
kenyataan di lapangan gw emang kagak bakat jadi pedagang. Gak apa-apa,
bakat gw itu memang di bidang perfilman: bagian katering Production House, huahahaha…
Ya,
disinilah gw sekarang. Berusaha membujuk diri sendiri karena nyatanya
sekarang gw tak lebih adalah bagian dari jutaan orang muda berijazah
perguruan tinggi yang ketar-ketir menghadapi masa depan. Karena itu supaya gw ada gunanya,
saban pagi, siang dan petang gw membantu Bapak --- menaik-turunkan
kasur pegas yang beratnya hampir dua kali berat seluruh badan --- di toko,
sepuluh kasur gw angkat bolak-balik. Tak mengapa, sekalian untuk membentuk body gw supaya lebih atletis, hehehe. Setelah menimbang-nimbang, semua itu paling lebih baik daripada telinga panas karena mendengar cibiran tetangga bahwa gw tak lebih dari seorang pemalas yang tak berguna.
Sembari memberdayakan tenaga muda serta dengan semangat tidak ingin menyusahkan orangtua, gw mencari kesempatan beasiswa S-2 dan meng-apply lowongan kerja yang tersebar di internet.
Pelbagai jenis pekerjaan yang gw minati gw kirimkan berkas lamarannya
berikut CV. Beberapa minggu kemudian ada panggilan interview dengan
salah satu bank pemerintah. Ketika gw
beritahukan bahwa gw lulus wawancara awal sebagai calon pegawai bank, Bapak merasa sangat bangga.
Tak terkira bahagianya Bapak waktu itu, berseri-seri wajahnya. Selanjutnya gw menghadapi tes penerimaan.
Ada beberapa macam tes yang harus dikerjakan, mulai dari tes IQ, tes penalaran, tes Paulli sampai tes menggambar pohon. Sebanyak 350-an para pencari kerja yang sama harus gw saingi demi dapat mengisi sepotong kolom pekerjaan kelak sebagai Pegawai Bank. Dari setidaknya 37 bentuk tes penerimaan pegawai yang telah terdaftar, yang model tes IQ inilah yang paling berbahaya. Gw tidak lulus tes dan memulai dari awal kembali. Gw coba lagi ikut tes penerimaan pegawai pada sebuah badan usaha milik negara, hasilnya: Anda belum beruntung. Okeh, that’s fine. Jika salah perbaiki, jika gagal coba lagi.

Gw beritahu, saat-saat
seperti inilah gw sempat menjadi rentan galau, wkwkwk. Berupaya gw maklumi dan dengan sedikit culas bahwa sistem keseimbangan ekonomi milik negeri ini belum bisa menampung orang-orang seperti kami. Sempit sekali lapangan kerja itu! Gw belum menjadi siapa-siapa. Pernah terpikir untuk menjadi bintang pilem, menjadi aktor, heheh. Tapi, sedikit banyak gw menimbang-nimbang kadar tampang (Dan kalo
pun benar gw jadi aktor, gw akan menolak prosedur operasi plastik
seperti fenomena ‘permak wajah’ artis zaman sekarang. Lagian, buat apa
pake operasi plastik sgala!? Sayang aja udah ganteng-ganteng kayak gini
dikasih plastik, ntar di jidat gw ada cap “MADE IN JAPAN” pula, kayak di baskom kamar mandi!!! wkwkwk). Hahaha, gw hanya mencoba menghibur diri. Bagaimanapun juga gw akan terus mengejar kebahagiaan.
Gw bimbang mengubah mindset. Umpama koloni rayap, orang macam gw ini termasuk kasta rayap pekerja. Bukan kasta prajurit bukan pula alates. Hampir sinkron dengan itu, dulu gw ingat Bapak pernah bilang: lebih baik kecil jadi bos daripada besar jadi kuli. Untuk menghibur, Bapak juga bilang bahwa batasan bekerja itu di dalam agama bukanlah harus menjadi pegawai, insinyur atau profesi lain. Sebenarnya pekerjaan itu banyak, cuma kita sudah salah desain. Bekerja itu definisinya lebih kepada mendayagunakan potensi dan tidak merugikan orang lain serta halal. Yang penting bekerja secara senang dan bergembira. Kata Bapak pula, dalam menjalani kehidupan itu tergantung mau jadi apa kita: apakah mau mengabdi atau mau jadi kaya? Kalau ingin kaya ya dagang. Sekarang karena usahanya, Bapak jadi bos (baca: pengusaha kecil di wilayah pertokoan yang sedang berkembang di Kerinci) di toko seantero jalan Pasar Koya. Bapak jadi bos karena Bapak membuka peluang untuk dirinya sendiri. Tetap saja, keinginan dalam diri menggebu-gebu agar menjadi anak yang berguna dengan cara bekerja untuk membantu-bantu ekonomi keluarga karena gw adalah anak pertama.
Gw mengheningkan cipta sambil bertafakur. Bahwa gw, satu dari jutaan sarjana yang sedang gugup itu, memiliki cita-cita sedemikian tinggi bahkan tinggi sekali. Gw tidak mau menyalahkan sistem, nepotisme, kolusi apalagi menyalahkan kondisi alam. Alam kerap dipersalahkan. Sementara kalo Alam selalu disalahkan, kasihan kakaknya… Vetty Vera. Hehehe…
Oh, Ya Allah…
Hamba tahu Engkau-lah sang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan segala doa, segala kata, segala bisikan.
Perkenankanlah cita-cita hamba. Aamiin.
O iyah, apa kabarnya teman-teman gw yang lain? Walo pun kami udah berpencar-pencar merantau tapi komunikasi tetap berjalan, ‘kan ada fesbuk. Salah seorang teman SMA gw, Dapin (still dreaming's blog), sekarang di Medan. Dia ikutan semacam program profesi. Dia udah jadi guru, seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Kalo gw, pahlawan tanpa tanda lahir, wkwkwk. Dari awal masuk kuliah ampe sekarang, karena masih sama-sama di Padang, gw sering ketemu ama sebagian temen-temen SMA gw dulu, kami ngumpul sambil maen futsal. Si Dapin seh berusaha bwt ketemu ama gw n’ temen-temen, tapi cuman kami-nya menghilang, baru pas dibacain ayat Kursi si Dapin-nya muncul. hehehe... Peace~
---------------------------------------------------------------------------------------------____
Gw mau bikin SIM (bahasa Inggris-nya: draiver lisens). Iseng-iseng,
mumpung gw lagi di kampung dan lagi sibuk ngurus surat-surat penting bwt
persiapan “berkelana”. Yeah, sebenernya (awalnya) gw pikir kagak
penting-penting amatlah bikin SIM itu, soalnya gw lebih banyak
dan lebih suka dibonceng ke mana-mana pake motor. Naik sepeda roda tiga
aja gw jatuh, nah inih mau pakai naik motor pula, heheh. Di kantor polisi gw
dites soal rambu-rambu lalu lintas.
Ck, ini mah kecil, Pak!
---> “Terserah mau ngapain aja!” SALAH
Jawaban yang benar: Ditutup untuk semua kendaraan dari segala arah.
--->
“Dilarang masuk” BENAR
Jawaban yang benar: Dilarang masuk
---> “Kawasan tegangan listrik tinggi/SUTET” SALAH
Jawaban yang benar: Reparasi
---> “Dilarang stop” BENAR
Jawaban yang benar: Dilarang Stop/Berhenti
---> ”Dilarang mengeluarkan Pantat?” SALAH
Jawaban yang benar: Dilarang Parkir
---> “Kawasan pedofil baru akil baligh.” SALAH
Jawaban yang benar: Jalan yang diwajibkan untuk pejalan kaki.
---> ”Orang jelek dilarang lewat!!!” SALAH
Jawaban yang benar: Pejalan kaki dilarang masuk.
---> ”Jualan sendok dan garpu” SALAH
Jawaban yang benar : Rumah makan
--->
“Tempat pacuan kuda” SALAH
Jawaban yang benar: Jalan yang diwajibkan untuk penunggang kuda.
---> “Orang iseng ngebolongin jalan” SALAH
Jawaban yang benar: Perbaikan jalan.
---> "Kawasan main anak play-group". SALAH
Jawaban yang benar: Awas! Anak anak.
---> "Boleh muter-muter?". SALAH
Jawaban yang benar: Arah yang diwajibkan.
---> "Kagak boleh jualan bakso n' siomay keliling di kawasan ini kali yak!? heheh". SALAH
Jawaban yang benar: Semua kendaraan tidak bermotor dilarang masuk.
---> "Jual gulali". SALAH
Jawaban yang benar: Angin dari samping.
---> "Jangan diraba, ntar digampar!!!". SALAH
Jawaban yang benar: Jalan tidak rata.
---> "Jualan sapi qurban". SALAH
Jawaban yang bnar: Awas ternak!
Oh, I have no idea ngejawab soal-soal rambu lalu lintas.
Nah, sejak terinspirasi gagahnya profesi pulisi waktu gw di Polres kemarin, gw terobsesi pengen masuk
Densus. Fufufu... dari dulu gw emang udah ngerasa pantas ikut kesatuan polisi.
Gw rela mengorbankan diri gw demi perdamaian! Tapi sayang, belum
mendaftar aja gw udah ditolak. Akhirnya gw maen game perang-peranmgan di PS. Gw ceritain nih yak… minggu lalu, gw mergokin dua orang
berantem di pasar. Gw coba lerai, ehk, malah gw kena gebukin ama mereka.
Gw coba lerai lagi, gw digampar lagi. Gak apa-apa, gak pa-pa… demi
perdamaian.……………...............................................................................................................
Buseet! Anak-anak SD itu kuat
sekali.
-----------------------------------------------------------------------------------------------___
Inter-Universal Systemic Theory III (An Introducing of Hodge-Arakelov-Theoretic Evaluation for Better Life Forward)
Oleh : Alejamaoelaj, M.Sc
disampaikan pada peringatan Hari Anak Nasional
Penjabaran atas rumus dari hipotesis saya adalah sebagai berikut:
Bila suatu benda diberi gaya, maka benda tersebut akan memberi gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterimanya (aksi = reaksi). Selama tidak ada gaya dari luar yang mempengaruhi gaya pertama maka gaya itu tetap konstan. Gaya yang diterima (S) akan bertambah besar jika dan hanya jika gaya yang menyertainya ditambah (P dan D diperbesar). Karena menurut Hukum Newton I:
berlaku:
Θ͇ v = {q −1͞8 v • Σ n∈Z (−1)n • q 1/2 (n+1/2 )₂ v • ʃU n+1/2 v }−1ɫ
(x+ s)(n [log_1 1]8 . 1 ) = (k=0)ʃ n 0 [(n¦k) [9,76].3k a(n-k) ]
dengan H0 = 1
Singkatnya, jika theta fungsi tersebut diatas kita konversikan maka didapat bahwa (P) berbanding terbalik dengan (S) dan (D). Dengan mengubah nilai theta awal dan membandingkan dengan Θ͇ hasil algoritma multiradial maka dapat ditelaah sebagai: Keberhasilan berbanding lurus dengan Ketekunan dan Ikhtiar doa. Berikut adalah penjelasan mengenai hipotesis saya diatas yang dianalogikan dengan pencapaian hidup.
Berusaha untuk tekun. Orang Jawa bilang: sopo tekun maka tekan (siapa yang tekun maka ia akan mendapatkan). Bila kita tekun terus-menerus akhirnya kita akan menerima (hasil). Jadi kita harus optimis! Bagi Anda yang belum punya pasangan, santai saja karena saya punya tips untuk Anda. Terapkan metode saya, yaitu metode 3 B. “B” yang pertama, yaitu Berdoa, minta kepada Tuhan agar Anda didekatkan dengan calon istri Anda. Kemudian “B” yang kedua: Ber-usaha. Yaitu Anda berusaha untuk mencari kenalan sebanyak-banyaknya agar nanti banyak peluang mendapatkan calon istri. Nah, kalo “B” yang pertama dan “B” yang kedua tetap tidak sukses, maka terapkanlah “B” yang ketiga, yaitu: Bercermin. Mungkin Anda jarang bercermin sehingga Anda sering ditolak cewek dimana-mana.hehehe
Saya sangat setuju dengan pendapat dari Prof. Dr. H. Rionaldo Stockberas, DEA, KLMM, M.Sc, M.Eng yang menyatakan bahwa Tuhan itu Maha Oke. Jadi, misalnya kita berpikir: “Ya Tuhan, aku kok kelihatannya bisa beli motor itu ya…” Oke! Kamu bisa beli. “Ya Tuhan, aku kelihatannya kok bisa jadi pemain bola kayak di tipi…” Oke! Kamu jadi pemain bola. “Ya Tuhan, aku kelihatannya kok ganteng ya…” Oke! Kamu jadi ganteng. Apapun yang kita pikirkan itu yang kita dapatkan. Di dalam Al-Qur’an dan hadits qudsi termaktub bahwa Allah SWT sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Maka adalah tidak salah kalau kita berprasangka yang baik-baik kepada Tuhan. Meski terkadang prasangka kita tidak tepat, setidaknya masih ada kebaikan yang kita tidak tahu yang diberikan Tuhan kepada kita.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah bersyukur. Kita harus bersyukur dengan apa-apa yang telah diberikan Tuhan. Karena apa-apa yang diberikan-Nya itulah yang paling baik. Misalnya:“Kenapa Tuhan memberikan saya badan yang kurus kerempeng kayak gini. Tinggal kasih benang aja udah kayak arku layangan…!?”. O..… itu mungkin biar saya bisa berhemat. Hemat kain pakaian bwt badan saya yang kecil. Atau ada orang yang berhidung pesek, ya syukuri saja. O… mungkin Tuhan memberikan yang seperti itu agar lebih panjang umur, karena kalo hidungnya kecil ‘kan nafasnya juga irit (♪♪♪ ♪♪♪ SRIIIT… SRIIIT… SRIIIT… ♪♪♪). Terkadang keterbatasan adalah ideal, maka syukurilah.
Sebagai intermezzo, baru-baru ini beredar konstatir yang dikemukakan oleh seorang sarjana lulusan salah satu perguruan tinggi. Klaim yang dikemukakan nyaris menarik sehingga diperlukan pikiran jernih untuk menganalisisnya. Dimana dia menjabarkan sebuah persamaan linear sebagai berikut:
-----------------------------------------------------------------------------------------------___
SIAP MAJU DI PILPRES 2013
MENATA BANGSA menuju jalan Mardhotillah.
BERSAMA KITA MAJU!!!
Dr. Nicholas Syahroni, M.Si
Sekilas Sepak terjang dan Perjalanan Karier:
* Pernah hampir D.O saat TK karena nilai ujian Perosotan kurang memuaskan.
* Bekerja di perusahaan di bidang pengemasan salep koreng.
* Kepala cabang kantor penitipan sepeda.
* Mantan atlet maen dingdong.
* Konsultan pada perusahaan di bidang ekspor-impor kardus bekas.
* Penggagas dan penasehat utama sinetron Cinta Fitra season 1 & 2 (tayang setiap hari pukul 17.00 WIB di CCTV).
* Ketua fans club Soneta grup tingkat kabupaten.
* Direktur CV. Tjap Tiga Anak yang bergerak di bidang industri minyak bulus & minyak lintah (perusahaan kontributor obat kuat).
* Pimpinan Orkes Melayu Nyiur Melambai.
VISI:
Mewujudkan bangsa dan negara yang berbudi luhur dan bermartabat dengan terwujudnya masyarakat berakhlaq moral mulia, kecukupan, sehat lahir bathin dan makmur secara ekonomi, situasi aman damai tenteram, terjaga keutuhan, dan berpolitik luar negeri yang berwibawa.
MISI:
. Mewujudkan sistem pendidikan nasional yang formal dan non formal dengan materi pembelajaran agama Islam yang intensif demi terwujudnya pemuda-pemudi bangsa berakhlaq mulia.
. Mewujudkan semua aparatur pemerintah dari pusat sampai desa memiliki kepribadian yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
. Mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.
. Mewujudkan situasi dan kondisi keamanan masyarakat yang aman damai dan tenteram.
“Walau berasal dari kalangan independen dan tanpa dukungan partai, tidak
menyurutkan niat Nicholas Syahroni untuk maju sebagai calon presiden.
Pernah menyelamatkan nenek-nenek yang jatuh ke kali merupakan salah satu
jasanya. Dia bahkan tak menjadi jumawa dengan aksi gemilangnya itu. Dia
mengaku masih terus belajar dan berlatih keras untuk mencapai performa
terbaik. Sikap rendah hati seperti itu justru menjadi jaminan tersendiri
bahwa dia bakal terus berkembang menjadi lebih baik.” --- Agung
Gumelaar (mantan Ketua Persatuan Kerukunan Tetangga Seluruh Indonesia / peraih Pak RT Nasional Awards 2006)
“Ada pepatah bilang, kalau mau melawan seseorang, ukur dulu kekuatan lawan dan diri sendiri. Begitu juga Nicholas Syahroni, ia memulai dengan menghitung-hitung titik lemahnya. Dia kurang dikenal massa. Tapi dengan rasa optimistis yang tinggi setinggi puncak giginya, dengan senyum selalu menghiasi wajah dan penuh rasa humor, bulatlah tekadnya untuk menjadi aktor dalam permainan politik.” --- Syaukani (pembimbing spiritual)
“Nicholas itu berasal dari bahasa Yunani artinya kemenangan rakyat.
Rionaldo berasal dari bahasa Teutonic yang artinya murni dan berani.
Secara harfiah, duet pasangan ini dapat berarti kemenangan rakyat yang murni
berazaskan keberanian. Cocok bukan buatan. Pasangan capres dan cawapres ini sungguh sangat
serasi. Diantara mereka saling isi-mengisi, seolah diantara keduanya ada
telepati. Pantas memimpin bangsa inih! Berima.”
--- Jakob Pras (wartawan KOMPOS dan pemimpin redaksi majalah TEMPA)
"Oh... Makanan apa yang ia makan. Ia begitu bersinar. Ia pasti makan kacang badam. Ia begitu mempesona. Aihhh..." --- Zarkawi (pegawai pemerintah)
"Track record dan kapabilitas keduanya jangan diragukan lagi! Saya miris.... . Demikian dari saya. Terima kasih." --- Badrianto (juru azan mushalla)