
@Foto: kakek B.J Habibie
source : www.google.co.id/imglanding?q=habibie&imgurl=http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/05/
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan sifat cerdas dan semangat tingginya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 1 tahun, ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan selanjutnya pada tahun 1955 beliau dikirim oleh ibunya (R.A. Tuti Marini Puspowardoyo) ke Jerman (Germany) untuk melanjutkan studi di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Habibie menggeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang di Fakultas Teknik Mesin. Selama 5 tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Diplom-Ingenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude (_ato summa cum laude van damme!!! Yeah..._).
Habibie tidak berhenti dengan diploma tekniknya. Ia melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral. Ia mendalami bidang Desain dan Konstruksi Aeroplane. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude (lagi).
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, B.J Habibie mengawali karir di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969), dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebrilianannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ).
Sebelum memasuki usia 40 tahun, Habibie memiliki karir yang sangat cemerlang, secemerlang ilmunya dalam desain konstruksi pesawat terbang. Habibie mendapat kedudukan terhormat, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang-orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“. Teori yang dikemukakan Habibie terkenal dalam bidang konstruksi aerodinamik yaitu: teori penjalaran retakan (cracking) pada badan pesawat terbang atau Crack Propagation. Habibie sering juga disebut sebagai Mr. Crack atas penemuan teorinya itu.
source : The True Life Story of HABIBIE by A. Makka
...
Wuiiih! Kakek ini jenius banget! Gw mau jadi kayak dia... Selama di Roma masih ada jalan, pasti gw bisa menjadi seperti Habibie!
Peace...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar