Tampilkan postingan dengan label be a Legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label be a Legend. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Januari 2024

Then and Now

Now and Then by the BEATLES

I know it's true

It's all because of you

And if I make it through
It's all because of you

And now and then
If we must start again
Well, we will know for sure
That I will love you

Now and then
I miss you
Oh, now and then
I want you to be there for me
Always to return to me

I know it's true
It's all because of you
And if you go away
I know you'll never stay

Now and then
I miss you
Oh, now and then
I want you to be there for me

I know it's true
It's all because of you
And if I make it through
It's all because of you

_______________________




Rabu, 14 Juli 2021

Open your eyes, tell me your own politic

Sebagai anak kampung yang lahir di Kerinci ---sekepal tanah Surga yang tercampak ke bumi--- dan menuntut ilmu di Padang, saya awalnya menikmati keseharian hidup di Mito, prefektur Ibaraki, Jepang selama menjadi research student (6 bulan (Oktober 2017-Maret 2018)). Saya tinggal di asrama mahasiswa internasional (国際交流会館- kokusai koryu kaikan) yang memang diperuntukkan bagi mahasiswa asing dan beruntungnya saya karena sebagai penerima beasiswa MEXT, maka tidak perlu repot pindah kaikan pada tahun kedua-ketiga perkuliahan. Selama magang itu, saya mencoba mengenali sistem kerja dan pembelajaran orang-orang Jepang ini sebagai bekal memulai perkuliahan yang sebenarnya yang dimulai April 2018.  Per enam bulan pertama itu saya diliputi rasa tidak percaya bisa tinggal di negara yang saya impikan. Tapi semua itu berubah setelah Negara Api menyerang saya dipukul kenyataan bahwa kemampuan akademik saya tidak mencerminkan seorang penerima beasiswa MEXT. Di situ seteres mulai muncul. Ketika udara makin dingin dan sinar matahari mulai redup imbas pergantian musim, stres itu makin menjadi. Pelaporan riset yang saya susun tiap bulan saat seminar mingguan terkerjakan, tapi hasilnya bisa dibilang sangaaat sedikit. Tiga huruf 'a' berjejer pada kata 'sangat' itu merupakan penegasan. Sampai-sampai sensei saya pernah bilang:

Tolong bekerja lebih keras lagi jika kamu benar-benar ingin lulus dari universitas ini, Aran.”

 


Foto: pohon berselimut salju di depan kos istri di Tokyo, Februari 2018 (dok. pribadi)


Beruntung ---saya selalu merasa beruntung dan mencari celah keberuntungan dari setiap kesukaran--- saya ditemani istri selama berkuliah, jadi tidak perlu sedih-sedih. Kebiasaan orang Jepang yang jarang berinteraksi dengan orang lain dan hidup dalam kesunyian tidak membantu sama sekali --kalau pun ada secuil-- karena saya perlu bertanya sana-sini pada senior mengenai riset saya. Terlebih lagi orang-orang Jepang ini sangat sedikit yang paham bahasa Inggris (hanya yang kuliah yang cukup cakap berbahasa Inggris, ya salah sendiri kenapa berbahasa Inggris di negeri Jepang!?), jadilah saya hanya berinteraksi dengan Sensei, melulu dengan sensei. Memang ada teman satu ruangan, ---tahun pertama ada: Konno (Master tahun 1), Tsukada dan Kitazawa (Undergraduate tahun 4), tahun kedua: Konno (M2), Hanawa dan Tojo (U4), tahun ketiga: tidak ada teman satu ruangan (mereka work from home) karena wabah melanda, kecuali saya yang diberi kebebasan mengakses lab, ruang spesimen, dan ruang belajar sebagai mahasiswa doktoral tahun terakhir yang dituntut segera publikasi dan mengikuti konferensi!--- tapi mereka tidak banyak membantu.


Pergi keluar dan melihat sisi lain Jepang adalah jalan keluar. Daripada bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Orang-orang Jepang ini workaholic. Mereka benci hari libur. Saya membenci hari kerja, wkwkwk. Diberi pun jatah libur atau cuti kerja, mereka tetap akan masuk kerja. Halah!

 

Foto di taman Kairakuen bersama istri, Diyona.




Kesimpulan:

1. Tetaplah bersemangat. 

2. Jaga kesehatan baik-baik.

3. Banyaklah baca buku dan/atau baca situasi.

4. Pemerentah negara Wakandaa itu hanya sekumpulan orang2 yang mikir untuk perutnya sendiri & perut anak bininya. Kenapa takut sekali dengan nenek-nenek janda yang hanya mendompleng nama bapaknya? Inilah akibat terlalu sering berdebat dengan orang-orang ...tiiiiiit SENSOR.... sehingga punya banyak waktu untuk meng...tiiiit SENSOR... .

5. Cita-cita berubah: presiden ke-11 Power ranger merah asal kau bahagia.


Kamis, 08 April 2021

japan tateyoko part 2

Juni, 2017. Teringat saat menerima kabar melalui e-mail itu, bahwa saya lulus beasiswa itu ---yang saking senangnya saya mendapat kabarnya di sore hari bulan Ramadhan 1438 H, adik saya memanjat-manjat punggung saya, sampai kami terjengkang ke belakang sama-sama---, bersyukur kehadirat Allah SWT karena Dia tahu, tentu melalui doa sepanjang usai sholat, bahwa saya butuh pertolongan: wajah ini penuh dengan siratan “penderitaan”, hehehe. Seberes pengurusan visa student dan pengurusan dokumen penting lainnya, satu hal lagi yang harus dibereskan: menikah. 


11 September, 2017. Teringat, waktu penghulu membimbing saya untuk akad nikah, baru satu-dua kata penghulu bersabda langsung saya sambar. Cepat sekali, macam tukang dadu cangkir menyambar duit lima ribu. Saya mengucap akad sekali saja, cerdas, fasih, dan lancar. Salah seorang kerabat bertanya bagaimana bisa begitu hebat.


“Saya sudah hapal ucapan nikah pada Dona sejak kami tingkat akhir kuliah pasca sarjana”, jawab saya dengan tenang. Itu berarti dua tahun sebelum pernikahan dilangsungkan.


April, 2018. Pertama kali perkuliahan dimulai. Semua dimulai dari nol, dari yang tidak tahu apa-apa sampai sekarang juga belum tahu apa-apa. Mudah2an yang saya lakukan ini adalah juga dihitung sebagai cara saya “mencicil” untuk membahagiakan orang tua. Aamiiin.


Maret, 2021. Setelah perjuangan nan panjang berliku tajam, akhirnya… yattaALHAMDULILLAH…. Saya lulus kuliah tingkat doktoral. Syukur kehadirat Allah SWT. Berkat doa dan dukungan dari istri tercinta (semangaat sayaang… ❤☺), kedua orang tua, keluarga besar, dan lain – lain. Tidak lupa, saya sangat berterimakasih pada guru-guru saya yang telah mengajar, membimbing dan menunjukkan patok-patok jalan untuk sampai meraih ekspektasi; yang menunjukkan dari sudut-sudut mana saja saya harus mulai mendaki, sehingga dengan begitu saya bisa memetakan peluang, akan menjadi apakah saya: sebagai akademisi, peneliti, konsultan ataukah decision maker?





"He ends up a crossroad. Unsure of where to go next the rest of his life wide open to be explored in any direction he chooses. Let see."

-----------------------------------------------------------------------

Dia tak pernah takluk menghadapi kenyataan bahwa dirinya selalu diremehkan atas keadaan, dicurangi oleh lawan bahkan kawan. Dia itu bagai huruf nun (ن) mati diantara idgham bigunnah: ada tapi dianggap tidak ada. Walau berkali-kali dibohongi atau diperlakukan secara tidak adil oleh lingkungan tapi dia selalu beruntung, karena dia baik hati.” 

--- Buya Yahni, guru ngaji Mesjid Al-Akbar. 

-----------------------------------------------------------------------

I want that feeling. The feeling that comes over from a man when he gets what he most desired”. 
-Kumar, direktur pabrik baja (2004)-


“Semakin banyak orang yang mengakui kemampuanmu, semakin banyak pula orang yang memusuhimu atau yang ingin memanfaatkanmu. Kau harus siap mental! Camkan itu, bro”.
-Chan Maekawa, pengajar kung fu kuil Dairin (2010)-


“Sejak sampai di Negara ini, di kota metropolitan dunia ini, dia terus tercengang-cengang. Kalau untuk meluaskan pandangan, wawasan dan pengalaman seperti kata Ayah-nya, ini betul-betul di luar dugaan. Tapi tak enak juga kalau tercengang terus, mulai sekarang harus siap untuk tidak tercengang lagi”.
-Badrun-


“Saya menyadari kalau saya tidak cemerlang di sekolah. Namun saya memiliki tekad, semangat dan cita-cita tinggi. Saya ingin menjadi orang yang tangguh, pantang menyerah dan pekerja keras. Saya ingin menjadi orang yang dapat menerima pukulan paling keras, lalu bangkit dan terus bergerak maju”.
-kang cilok depan gerbang SD Pertiwi-

-----------------------------------------------------------------------

つづく

Rabu, 09 Desember 2020

di Storia Naturale del evolution

Untuk sampai di titik ini, di ujung masa studi, saya harus bersusah payah mengerjakan riset; pontang panting dalam membagi waktu antara Tokyo - Mito untuk mengunjungi istri tercinta karena kami berkuliah di kampus berbeda; begadang hingga larut malam untuk mengobservasi spesimen di bawah mikroskop sampai-sampai badan terasa penat karena masuk angin. Namun, saya puas dan tidak gentar walau ujian disertasi menghadang di depan mata! Ini sama sekali bukan karena saya pandai, bukan, bukan, sama sekali bukan… melainkan karena saya telah jauh-jauh hari --- bahkan sudah sejak awal musim gugur --- menyiapkan diri untuk sidang ini. Saya bersusah payah agar, setidaknya, bisa lulus dengan nilai cukup. hehehe

Pernah saya tanyakan perihal mahasiswa terakhir bimbingan Profesor Kojima kepada salah seorang kolega beliau, seorang associate professor yang dulu juga mahasiswa bimbingan Kojima-sensei: Morooka-san. Dengan rasa percaya diri yang overvalued, saya tanyakan:

“Morooka-san, jika tidak berkeberatan, tolong beritahu saya bagaimana kesan Kojima-sensei tentang saya? Maksud saya, karena saya adalah mahasiswa terakhir bimbingan beliau sebelum beliau masuk masa pensiun, apakah Sensei tampak senang?”

Morooka-san menatap saya lama. Lama. Mungkin dia mencari kata-kata yang pas untuk menjawabnya, lalu dia melengos seperti gaya orang pasrah berkali-kali tlah kehilangan sandal di masjid sambil menghela nafas agak berat. Saat itulah saya mahfum bahwa Kojima- sensei tidak terlalu bangga pada saya.

Biarlah tak bangga, namun saya sudah bertekad agar Prof. Kojima ---yang sudah saya anggap sebagai ayah saya selama di Jepang--- pensiun dengan satu kenangan nan elok tentang saya. Satu kenangan yang manis untuk menutup tiga puluh lima tahun pengabdiannya sebagai dosen Ibaraki Univ. Ganbaru!




-----



Selasa, 03 Oktober 2017

mamammia

-----------------------------------
Saat saya akan masuk ke dalam lab Kojima, saya melihat ada daftar mahasiswa yang menjadi anggota lab. Saat itulah saya melihat nama saya tercantum dalam daftar mahasiswa doktoral (D1 = doktoral tahun pertama, D2 = doktoral tahun kedua, dan D3 = doktoral tahun ketiga). Saya berkata dalam hati, “Ooo… saya sudah menjadi anggota lab, meski belum resmi diterima dalam ujian masuk universitas. Aneh juga ya?”

I am still nothing. A lot more people better than me. I do not want pride and do not need it. I chose to study at the Ibaraki Univ. It is nothing to do with university ranking. It is less relevant if your study is more about conducting research project, find something new and gaining your scientific interest than attending classes. Most of all, to tell the truth, I am a big dreamer.
 
Bodoh itu adalah musibah dan obatnya adalah belajar. Tapi musibah yang paling besar adalah orang bodoh yang suka berdebat, buruk adab dan merasa berilmu.
Bagi dia, Alejamaoelaj adalah seorang yang cerdas dan selalu mempunyai keinginan untuk belajar.


The beauty of words part 1 ###

Life is already hard as it is, why do I need to do that and this had nothing to do with me? Just because you put it there does not mean I have to go through it. We all have our dreams. That is the path we should take. We overcome the barriers to our dream; we do not overcome the barriers that other people put to make it hard on us.

You did whatever you possibly could whether you failed or not. Just talked about trials and errors, but did not give up!

I am sure after 3 years stay in Mito, my body will get adaptability to much wider temperature and humidity range.

I belong to 1% of the population that has never seen a single episode of Game of Thrones. Poor me.

When specimens are used for scientific research, their value could be increased.

Attack wins your game. Defense wins your titles.

To put this fact in perspective, if Japanese student was only 24 hours old, then I have only been on the campus for five minutes.

To Flat Earth Society, it is no use to debate with them. Because the whole purpose of their debate is to convince people to join them.
----------------------#'##
The beauty of words part 2

No matter happened or bad what it seems today, life goes on and it will be better for tomorrow. Most days, I just caffeinate and then hope for the best.

There's a reason some people think they can do anything. They listened to their mothers!

You are so cute/dummy, not even knowing that someone was staring at you. You only thinking of what you want to say, not of the person you are speaking to.



-----------------------------------


"Yang penting saat itu mikirnya kita harus punya karya, karena karya itu peninggalan, kalaupun kita udah tidak ada nantinya, setidaknya karyalah yang akan dikenang. Jadi uang yang kita dapat dari bekerja, kita gunakan untuk berkarya. Terlepas orang akan suka atau tidak, yang penting berkarya saja dulu” - Alejamaoelaj

Aristotle juga pernah bilang, "A man can only be a real man, if he is master of art, public speaking, and war", dan saya mencoba melengkapi tiga hal itu melalui apa yang saya jalani. Bermusik, (akan) mengajar, dan (akan) berlatih beladiri.

Winter almost close, you practically about to heat in the room. Yesterday was the day you never waiting for. Even as if you can stop the clock ticking, but you will never. To see the days that do not come up without any sunshine, with the whole unready. Just when you wake up in the morning, take a massive smile you have ever had and lived your life to the fullest.


---------------------------------------------------

Jumat, 11 Desember 2015

Future asset

Ah, palingan dia juga tidak akan tahu. Ah, palingan dia juga tidak akan sadar. 

Dia tidak akan lihat. Dia tidak akan terpikir. Dia tidak perlu tahu.

Hanya perlu dia tahu. Perlu dia sadari. Perlu dia maklumi dan perlu dia pikirkan!


“Walau sampai 90 tahun lamanya nanti, bahkan sampai dihidupkan lagi, aku tetap ingin bersama dia.”


Jumat, 05 Juni 2015

Ganymede and Dione




the BERKAT YAQIN (foto: dokumen pribadi)




Pamflet yang menyiarkan akan diadakannya turnamen game PlayStation Pro Evolution Soccer  2013 (PES 2013) membuat hari-hari saya menjadi bergairah. Total hadiah yang diimingkan adalah sebesar dua setengah juta rupiah, dengan insert sebesar tiga puluh lima ribu. Lumayan sekali untuk menambal uang makan selama, kira-kira, dua bulan jika menang. Sudah satu minggu persiapan dilakukan dengan latih-tanding bersama anak tetangga sebelah kosan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Bermodal kepercayaan diri yang membuncah tinggi karena hasil uji coba yang memihak 75% kemenangan berada di tangan, ---haaalaaaah… --- paling tidak, satu kaki sudah bisa di semifinal-lah.

Hari Minggu adalah hari perhelatan turnamen. Orang yang namanya disamarkan ini mendapat jadwal tanding sekitar ba’da Ashar, pukul setengah empat! Beruntunglah turnamen PS sepakbola kali ini masih memakai format PES tahun 2013, karena saya kurang paham bermain PES keluaran terbaru, yaitu yang 2014 atau 2015. Format kompetisinya sendiri memakai sistem Knock Out (K.O), yang terdiri dari 4 pool, dan juara masing-masing pool akan maju memperebutkan juara 1, juara 2, juara harapan 1, dan juara harapan 2.

Saya masuk Pool D. Berkat keyakinan yang sangat tinggi, maka saya putuskan memberi nama BERKAT YAQIN sebagai nama peserta turnamen. Filosofinya sudah jelas karena saya yakin, maka saya insya Allah menang. 

Pertandingan dimulai setelah Ashar, saya memakai tim Italia JUVENTUS F.C sebagai jagoan. Lawan pertama saya, mahasiswa fakultas Pertanian semester 6. Dia memakai tim Manchester City. Permainan dimulai. Bola dioper dari kaki ke kaki, kadang bola disambut kepala pemain virtual di layar LCD. Tiktak sana sini. Passing-shooting... Skor 3-0! Saya kena bantai. Menyedihkan, rupanya selama ini saya telah menilai diri terlalu tinggi, overvalued. Namun, tidak mengapa. Kekalahan saya tidak lantas membuat surut langkah. Malah saya berterima kasih karena saya dapatkan hikmah yang begitu banyak agar saya lebih berpikir, lebih bersemangat, dapat mengendalikan emosi, belajar dari pengalaman, melatih kesabaran, dan agar selalu menghargai orang lain.

Akhirnya, saya pulang ke kosan. Makan sore (kalau ada yang namanya makan sore), shalat, dan membaca buku. Lalu dilanjutkan mengisi teka-teki silang. Tidak lupa, malamnya, saya minum Indomilk rasa coklat.

Kamis, 09 April 2015

You know what they've done to boys like us in jail cause nothing on earth can hold Houdini a prisoner.

--------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum, 


Sengaja saya tuliskan surat, ini dari masa depan! Saya adalah dirimu yang berusia lebih tua darimu dan berada beberapa tahun dari waktu sekarang. Saya baik-baik saja, tapi saya tidak ingin memberitahukanmu apa pekerjaan dan bagaimana kondisi kehidupan kita sekarang. Saya tidak ingin membuatmu malas-malasan dan berserah pada keadaan.

Melalui surat ini saya memberikan sedikit kesan dan pesan sebagai panduan sekaligus mencegahmu melakukan kebodohan. Kita memang kepala batu, bahkan nasihat orang tua hanya akan mampir sejenak di telinga. Namun, semoga rangkaian kalimat yang tertuang di surat saya ini bisa melunakkan kerasnya kepalamu dan semoga kamu percaya apa yang saya katakan. Semoga juga kamu bisa berjuang hingga akhir supaya tidak akan ada yang akan kamu sesali setelah dewasa. Camkan!

Alejamaoelaj, memang di usiamu yang sekarang kamu sudah mulai mengenal banyak pilihan, namun ketahuilah bahwa ada konsekuensi besar yang datang sepaket bersamanya. Paman dari Peter Parker, si Spider-man itu, pernah bilang:"With great power comes great responsibility". Usia muda yang baru kamu jalani sekarang memang akan mengantarkanmu kepada banyaknya pilihan hidup. Bahkan, kamu sudah memiliki hak untuk memutuskan mana yang akan kamu jalani kemudian.

Jangan sampai hal yang kamu anggap baik di masa sekarang ternyata akan berpengaruh buruk bagi masa depan. Sebaiknya kamu memikirkan ulang segala langkahmu, supaya tidak termakan ego dan nafsu sesaat. Iya, saya paham, haqqul yaqin saya, usiamu sekarang ini membuatmu dipenuhi rasa ingin tahu berkat gelegak darah muda. Namun, sekali lagi, pikirkanlah apa yang akan kamu lakukan, gunakan masa depan sebagai pijakan dan pertimbangan. Jangan biarkan ego dan rasa ingin tahu melahapmu, menggerogoti, dan menghancurkan dirimu secara perlahan.

Kamu memang masih muda, tapi pada saatnya nanti kamu akan menua. Jagalah kesehatanmu mulai dari sekarang, selagi masih bisa. Apalah merokok itu???? Saya tahu, dulu kamu itu hanya ingin sok-sokan dengan bergaya macam pria yang kamu lihat di papan iklan rokok ---- saya beritahu, pria di papan iklan itu sebenarnya menyaru sebagai lelaki gagah, namun sudah impoten karena kegemarannya menghisap-isap asap.

 

Mungkin saat ini kamu masih muda dan dipenuhi dengan tenaga. Hal ini jangan membuatmu lengah. Esok saat waktunya tiba, kamu akan menua. Kesehatan yang kamu miliki sekarang tidak patut untuk disia-siakan.

Habiskanlah waktumu untuk menjelajah dunia dan berkarya. Ingat kamu hanya menjalani masa muda ini satu kali saja. Satu kali saja!

 

Pandai-pandailah memilih kawan karena mereka berpotensi membuatmu salah jalan, namun ada juga dari mereka yang justru dapat menuntunmu ke rute yang benar.

 

 

Saya paham, haqqul yaqin saya, usiamu yang sekarang sedang gemar-gemarnya merasa paling benar dan beradu pendapat dengan orangtua, tapi bahagiakanlah mereka selagi kamu masih bisa. Usia manusia ada pada Allah SWT dan tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya. Ya, habiskan waktumu untuk membahagiakan orangtuamu selagi masih ada kesempatan dan jangan pernah menundanya. Tidak usah menunggu usiamu menua dan kamu lebih mapan dalam segi keuangan. Kamu bisa membahagiakan mereka mulai dari sekarang, selama mereka masih bisa menghela nafas. Bahagiakan mereka dengan limpahan waktu dan tenaga yang kamu punyai.

 

 

Camkan benar kata-kata saya ini, bro!

 

at Hipweee City, 23.04 p.m

--- berbaring malas di kasur empuk ---

Alejamaoelaj

dirimu yang tersayang, xxx

---------------------------------------------------------

Jumat, 14 November 2014

We sold what you thought we did not


"As a kid, I was top of my class. Not because I liked studying, but because I realized that an education was my best shot at getting out" --- Sles GN'R (1962- ...)
 

Surat dari Alejamaoelaj ---rupanya dia tidak ingin bertemu muka dengan aku, awas!---  tertanggal hari kesebelas bulan ini telah aku terima. Memasuki minggu kedua November, hawa terasa dingin dan banyak hujan. Basah. Burung manyar telah selesai membuat sarang. Buah Manggis mulai masak. Tidak biasanya memang, karena aku dan Alejamaoelaj seringkali saling berpacu memanjat batang manggis pada saat-saat seperti sekarang. Aku rindu padanya.
 



_______________________________________                    
11 November , 05.04 A.M GMT + 7 (Bangkok, Jakarta, Hanoi)

Assalamualaikum, bang Bojes.

Saya berteman dengan abang, telah mengaku bersaudara dengan abang karena saya tahu abang adalah teman yang akan mengajak saya menuju jalan kebaikan. Saya berkumpul, bergaul, dan bertanya hal-hal yang belum saya tahu pada abang. Melalui surat elektronik ini saya layangkan kabar bahwa adikmu ini baik-baik saja di rantau. Sengaja saya tak beritahu abang perihal alamat rumah saya sekarang karena saya khawatir abang akan mampir sesekali.

Di rantau ini, bang, sering sekali saya menyimak berita-berita dari kampung halaman. Saya juga tak lupa memantau karier abang yang lambat menanjak. Bang, di rantau sini, saya temukan orang yang rasanya pernah saya temui dulu, di Lauful Mahfudz. Seorang wanita yang mau menerima saya sebagai lelaki udik yang saya sendiri pun tidak bisa membasuh-basuhnya. Tekun sekali saya memperhatikannya. Saya
I’m in love, bang…I’m in love.


Saya beritahu, bang! Sejak kecil saya bercita-cita tinggi ingin membahagiakan keluarga. Saya menyambung kuliah. Saya cari beasiswa sampai setengah mati. Belajar sampai jungkir balik, dan akhirnya saya mendapat beasiswa dari pemerintah provinsi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang strata 2. Saya sadar apa yang telah saya alami selama ini bukanlah saya sebagai diri saya. Beasiswa itu menawarkan semacam vantage point, sebuah kesempatan yang mungkin didapat oleh orang yang selalu mengembangkan dirinya sendiri. Alhamdulillah, ini berkat doa-doa nan panjang dari orangtua saya. Ibu dan Bapak adalah dua insan yang paling saya sayangi di muka bumi.

[Screenshoot SMS]

 
         Pesan pendek elektronik/SMS di saat Ayah mengirim uang


 

Bagaimana kabar, abang? ---(seharusnya inilah yang pertama dahulu harus kamu sampaikan, Lay!!!)--- Semoga abang Bojes baik-baik saja dan sehat wal ‘afiat. Aamiin. Bang, sekian dulu saya menulis surat ini. Saya mesti cepat-cepat kembali ke pasar, sekarang tampaknya giliran saya yang menjaga kios ikan. Wassalam.

_____________________________________



Bagi si Dungu, perjalanan panjang menuju ke atas dimulai dari penyadaran kekurangan dirinya. Sudahlah keluar banyak biaya kuliah, jatuh tempo lulus terlambat, prestasi kuliah tidak ada, pun setelah lulus bekerja membantu-bantu Bapak. Tapi biarpun begitu, semangat untuk merubah diri tidak pernah padam. 

Jumat, 07 September 2012

the power of NEKAD

 انَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
 --------------------------------------------------------------------------------------------
"Pada kenyataannya, Prof. Dr. Dahelmi adalah salah seorang yang akan membuat Anda bekerja sekitar 99 % dari kapasitas Anda dan Anda akan menyukai bekerja seperti itu. Beliau bersama Dr. Henny Herwina merupakan dua orang ahli serangga nan jenius yang dipunyai Universitas Andalas yang akan senantiasa mendorong dan mendukung perkembangan mahasiswa. Saya bangga dan bersemangat karena rupanya saya telah diajar oleh profesor dan doktor yang bermutu tinggi".

-Rionaldo Stockberas (ex-mahasiswa semester akhir)

"Guru SD saya, guru SMP, SMA, guru ngaji, buya pesantren Ramadhan, dosen-dosen, paman-paman saya adalah orang-orang yang sangat berjasa. Mereka adalah orang yang berhak mengatakan apa pun tentang saya, menegur dan memarahi saya, menghardik pun tak apa-apa (tapi, sepanjang ingatan saya, tak pernah mereka menghardik). Karena berkat mereka-lah saya seperti sekarang. Terima kasih seluas-luasnya!".

-Bojes Alaudin (ex-mahasiswa)

"Take 19! Sumber air su dekat! Beta rasa senang... Terima kasih Bapa, Mama', Nenek, Kakek, sekarang beta tak sulit air".
-Alberto Goncalves Beto (murid SD 113/III Kec. Leihitu, Ambon Tengah, AMBON)


SI TOU TIMOU TUMOU TOU ("man lives to educate man" )


Dr. Henny Herwina, M.Sc
courtesy: google.com


 Prof. Dr. Dahelmi, M.S
---
[Bang, saya pinjam sebentar. Nanti saya kembalikan lagi. Pis, bang]  
Alejamaoelaj

Saya selalu terpesona dengan cara bang Nicholas menyikapi nasib. Padahal dirinya telah ditimpa susah bertubi-tubi sejak kecil. Maka bagi saya, bang Nicholas adalah guru kebahagiaan. Semua kesusahan itu dia terima dengan ikhlas.

Bang Nicholas, sepanjang yang saya kenal, tiada pernah mengumpati keadaan. Bahkan jatuh dari pohon karena didorong beruk pemetik kelapa sekalipun ia tetap tertawa. Saya rasa, memang karena sifat alamiahnya yang senang tertawa. Dari sepuluh kali percobaan menyatakan cinta, ia selalu ditampik (baru saya tahu, ternyata ada orang telah ditolak sebanyak itu tetap kukuh berjuang). Sebenarnya, harap mafhum. Bang Nicholas itu seorang pemalu. Ia tak pandai. Tidak mahir berpandai-pandai. 

Pernah bang Nicholas bercerita, dia telah merasai berbagai peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati, memilukan, memalukan, menyenangkan, dianggap remeh orang, dicaci, semua. Sekarang dia sudah kebal, sudah tidak takut lagi.

[Puaskah kau, bang? Setelah saya tulis semua tentang abang, sekarang lepaskan saya! Lepaskan borgol ini, bang!!!]

--------------------------------------------------------------------------------------


Kamis, 06 September 2012

TUHAN, Engkau selalu bersama mahasiswa tingkat akhir.

Kami, teman sama-sama kena ESQ, teman sama-sama mendaftar kuliah, teman sama-sama makan, teman sama-sama manjek btang karambie, teman sama-sama cari bahan praktikum, teman sama-sama jadi kudo pelajang bukik, teman sama-sama kagak boleh masup praktikum, teman sama-sama nonton bola bareng di kampus (kasus pembajakan ruang seminar), teman sama-sama seteres karena blom sempat bikin tugas praktikum (dan akhirnya sukses kagak masup lagi praktikumnya), teman sama-sama bikin surat penangguhan pembiayaan SPP, teman sama-sama bikin tenda lapangan dan angkat-angkat barang KL, teman sama-sama terluka karena cinta (mamaga durian condong, hehehe), teman sama-sama makan durian hutan, teman sama-sama berhujan-hujan makan Popmie di hutan, teman sama-sama maen gitar di kampus, teman sama-sama kena semprot dosen, teman sama-sama nungguin dosen, teman sama-sama nongkrong di halte bus kampus, teman sama-sama tidur di lab, teman sama-sama pergokin orang pacaran di kampus malam-malam (berkolaborasi dengan bang satpam kampus), teman sama-sama penelitian, teman sama-sama maen futsal, teman sama-sama ikut penelitian proyek dosen, teman sama-sama perbaikan bahan skripsi, teman sama-sama duel maen PS (bravo Bercelana!), teman sama-sama lari-larian ngejar bus kampus, teman sama-sama pasang antena tipi di atap kampus (thanx Tokek, Cebong, Tupay: kalian adalah lebih hebat daripada supermen, kalian adalah supermario-brooot), teman sama-sama masang kamera trap, teman sama-sama berpeluh-peluh di hutan dan haus setengah mampus karena GPS lagi ngadat, teman sama-sama ngetik laporan kuliah lapangan bareng (kasus Pengantaran Laporan KL jam 00.00 WIB), teman sama-sama kerja sambilan, teman sama-sama mengulang kuliah, teman sama-sama nonton konser PADI di Lanud Tabing (oooh, cewe sintal itu masih berbekas di hatiku, hahahah…), teman sama-sama mengungsi (korban gempa, wkwkwkwkkkw), teman sama-sama makan nasi goreng uda Gagah simpang Malintang (homo!!!), teman sama-sama kena tilang polisi yang mirip Narji CAGUR, teman sama-sama berbagi sleeping bag dan terpaksa tidur meringkuk di bak belakang mobil pick-up milik jurusan, teman sama-sama putar-putar keliling kampus naik bus (asyik… besok-besok coba lagi ah),; teman sama-sama katrok (kasus buang kentut di dalam lift gedung rektorat dan berfoto sambil duduk di eskalator mall), teman yang sama-sama selalu bersama.

Tapi, tidak sama wisudanya.

Kami, para “cecunguk-cecunguk” ini, akhirnya berhak menyandang gelar yang prestisius, sangat kami dambakan selang 4 tahun (atau mungkin 5 tahun yang lalu) berkelana menuntut ilmu di universitas. Kata “wisuda” tiada lagi menjadi kata yang sangar, angker, atau angkuh. Ia telah menjelma menjadi kata yang madu. 

Next, BERKELANA part two!

 ____________________________________________________________

Langsung aja deh nih, cuy. Berdasarkan pengamatan (dan pengalamn) gw selama 5 tahun, gw bisa menarik kesimpulan bahwa rata-rata mahasiswa perantau kalo udah tanggal tua alias bokek-cekak pasti akan menunjukkan aktifitas makan yang hampir sama bahkan gak ada bedanya.

Nih coy, makanan yang biasanya jadi favorit (gw) mereka , cekiprooooot!

Hari pertama kebokekan masih bisa ke sini:



---> ke warteg/ampera 7000

Hari ketiga tetap ke warung tapi cuman beli ini nih:

---> mie Indomie rasa Kari Ayam (de best foodt op de worltttt)



stok udah abis terus bongkar-bongkar kardus, ehk, gak taunya nemu ginian, ya udah sikat aja! Lumayan bwt makan malem ini, siapa tau besok kiriman datang.


---> ikan asin (the best food op de bockek day)

Hari kelima kantong mulai mintak napkah, lantas mutusin bikin ini:

---> dadar telor

Kiriman dari kampung kagak kunjung datang, perut udah "nendang-nendang",  opsi terakhir ya ini dah:



---> nasi putih + penyedap rasa "RO*CO" (malang bener dah nasip elu...).

Bangun pagi-pagi karena ada kelas pagi sambil mikirin napkah hari inih, ehk, gak taunya ada ginian, lumayan bwt ganjal perut meskipun air teh dengan sedikit gula (karbohidrat):

 ---> teh celup panas

Abis kuliah ada panggilan masuk, tulisan di display HP-nya "#Ibu calling" langsung sumringah, ditelpon nyokap,"Nak, nanti tolong cek ke ATM, uang sudah dikirim untuk bulan ini". tanpa pikir panjang makan siang langsung ini:


JRENG JEEENG JREEENG!!!


K*C
___________________

wkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwk....

Sumber gambar: - http://i5.photobucket.com/albums/y156/familjendettmer/, - http://4.bp.blogspot.com/-zwEA4w72yZA/T9Nkt6W-n-I/AAAAAAAACC4/p4jzC3vEfrk/s1600/Royco.jpg, - http://teknikdiet.com/wp-content/uploads/2012/03/nasiputih.jpg, - http://asri78.files.wordpress.com/2009/09/telur-dadar-warteg.jpg, - http://livingyourpassion.files.wordpress.com/2009/08/kfc-bucket-of-chicken.gif?w=600, - http://i4.photobucket.com/albums/y114/babymeong/IkanAsin.jpg, - www.blogger.com/blogger.g?blogID=7383005524116435047#editor/target=post;postID=4765435628029609700