Kamis, 09 September 2010

hyperinflation

Malam ini malam Raya, malam Idul Fitri 1431 H. Besok 1 Syawal. Ramadhan dan Lebaran tahun ini kayak biasa. Kecuali satu, gw ditawarin maen pilem:

PAK ATAR, THE LAST TUKANGBLENDER (gw jadi figuran).

---

Tahun 1997, gw masih duduk di kelas 2 SD waktu itu. Uang saku gw dikasi Rp 1.500;. Dengan uang seribu lima ratus itu, gw bisa beli semangkuk bakso seharga Rp 1.000 dan nasi bungkus sambal teri kacang Rp 500.

Jika gw kepingin makan sate AMIR (nama kedai sate yang paling terkenal di kampung halaman gw), maka gw harus menabung sampai Rp 3.500 demi seporsi sate. Caranya dengan menghemat jajan selama 3 hari. Esoknya, lebih sering pada akhir pekan, gw bisa membeli sepiring sate berkuah merah itu dengan tambahan kerupuk jangat. Shaaadaaaph...

Saat ini (2010), sate AMIR yang sama harganya sekitar Rp 10.000. Artinya jumlah ini setara dengan 2,87 kali harga sate tahun 1997.

Tidak ada komentar: