Aku terpekur setelah mencium kain sarung milik bapak yang sengaja ibu berikan padaku. Bau laki-laki yang menjadi penghadir atas diriku dan tiga orang adik merasuk ke hidung, ah... bau minyak rambut Brisk khas dirinya masih saja tersimpan. Ternyata sangat melelahkan harus ku hadapi kenyataan bahwa aku belum terbiasa dengan keadaan seperti ini, selalu terasa sesak di rongga dada. Sepertinya, ada sesuatu yang belum keluar secara lepas.
Dengarlah bapak dan ibu, aku, anakmu akan menerobos rintang hambatan, mencapai puncak yang belum kalian taklukkan! Bahwa aku akan sekolah setinggi-tingginya, menyibak ilmu yang belum ku tahu. Bukan hanya untuk meninggikan derajatku, tetapi juga untuk derajat orang tuaku.
Aku berjanji pada bapak dan ibuku.
Setelah mencium wangi dari kain sarung milik bapak sekali lagi, timbul perasaan betapa aku sangat menyayangi kedua orang itu. Dua orang yang sangat aku kasihi. Orang tua kandungku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar