"Setelah punya gelar Doctor (PhD) terus pulang mau bikin apa?"
Bahwa gelar akademis seseorang tidak ada pengaruh pada kemampuan untuk bertahan hidup alias menciptakan kesejahteraan bagi dirinya dan keluarganya. Singkatnya: pergi jauh berkelana kuliah -> mengerjakan disertasi di bawah tekanan -> ditambah pula pandemi melanda -> pulang bawa ijazah, tidak tahu mau bikin apa -> lalu daftar sembarang kerja kanan-kiri, kalau beruntung dapat kerja, kalau tidak, kemudian menganggur (sigh!). Orang bilang, setidaknya dengan bergelar tinggi maka akan tinggi pula kesempatan hidup dengan layak.
Sewajarnya bahwa bergelar doktor harus juga dibarengi dengan kemampuan kewirausahaan, karena tentunya itu akan membantu para pemegang titel akademis ini untuk menciptakan kesejahteraan bagi dia dan keluarganya. Berjualan sate ayam pinggir jalan, membuka toko pakaian, on-line shop, ojek onlen, jasa sewa motor, buka warung pecel lele & pecel ayam, ternak puyuh, ngangon sapi, bertani porang, beli saham pabrik nikel, misalnya.
ち く し ょ う
Intermezzo, faktanya: empat setengah tahun berjumpalitan belajar sampai kepala pening dan mata terasa juling, tiga tahun jungkir balik banting tulang mencari beasiswa yang ditanggung penuh, itupun belum dihitung sewaktu tunggang langgang mencari profesor-profesor yang sudi menerima mahasiswa. Namun setelahnya, setelah kembali ke Wakanda: bahkan menjadi tukang parkir pun tak ada yang menerima. Sementara di Jepang sana, saya bertanggung jawab dan punya wewenang penuh menggunakan instrumen-instrumen penelitian bernilai multijutaan yen dengan kebebasan akses masuk ke database penelitian. Sedangkan 'nun jauh di Wakanda', duduk bedebah-bedebahh yang ada orang tuanya sampai rela menggadaikan SK demi bisa meminjam uang untuk dipakai menyuap pejabat korup supaya anaknya lolos PNS. Saban hari si bedebah itu terlihat menyetiri mobil melintas di depan rumah, melengos melihat kawan yang 'dihimpit nasib'. Menyesakkan, dikalahkan oleh nepotisme orang berduit!!! Vaffanculo.
source: instagram. com
Pelajaran yang dapat dipetik adalah: menjalani dan menikmati proses hingga memperoleh gelar doktor tentunya adalah sebuah investasi yang baik yang tidak akan sia-sia. Anda akan memiliki pola berpikir tajam dan matang. Akan tetapi, jangan membatasi diri.
by: Sirajudin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar