Tampilkan postingan dengan label Lagi KreatiP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi KreatiP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Agustus 2014

the expedition of :^D


(foto: dokumen pribadi)
Kerinci, on August 2014 (Cassiavera landscape like an Autumn forest)


Autumn, Forest, Japan HD wallpaper for Standard 4:3 5:4 Fullscreen UXGA XGA SVGA QSXGA SXGA ; Wide 16:10 5:3 Widescreen WHXGA WQXGA WUXGA WXGA WGA ; HD 16:9 High Definition WQHD QWXGA 1080p 900p 720p QHD nHD ; Other 3:2 DVGA HVGA HQVGA devices ( Apple PowerBook G4 iPhone 4 3G 3GS iPod Touch ) ; Mobile VGA WVGA iPhone iPad PSP Phone - VGA QVGA Smartphone ( PocketPC GPS iPod Zune BlackBerry HTC Samsung LG Nokia Eten Asus ) WVGA WQVGA Smartphone ( HTC Samsung Sony Ericsson LG Vertu MIO ) HVGA Smartphone ( Apple iPhone iPod BlackBerry HTC Samsung Nokia ) Sony PSP Zune HD Zen ; Tablet 2 ; 
(courtesy by google.com)
Autumn forest at four season countries
_________________________________________

Kerinci, July 30th 2014
_________________________________________


Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian.
Bersakit dahulu, bersenang kemudian



Kalau saya harus membuat suatu karangan yang mencerminkan pribahasa tersebut di atas, maka saya akan menulis pengalaman seorang sahabat, sebaris duduknya dengan saya ketika sekolah dulu. Orang yang menginspirasi saya.

Tidak dapat saya lupakan dulu, ---sejak kehadirannya--- selalu saja saya menyampir-nyampirkan buku pelajaran Matematika di dekat meja belajarnya. Maksudnya agar saya dapat dengan mudah melihat pengerjaan aljabar, persamaan linier/non-linier, dan ilmu-ilmu ukur lain yang dikerjakannya karena jelas sekali saya tidak paham dengan pelajaran berhitung. Masih pula saya ingat bagaimana teman saya itu menulis jawaban soal-soal aljabar secara rapi, tanpa coretan atau hapusan. Suatu pertanda bahwa sewaktu menjawab soal, pikirannya sudah jauh melihat ke mana arah jawaban harus dicari. Itu berarti daya nalarnya secara abstrak begitu tinggi.

Seperti kebanyakan kisah-kisah ironi, tidak disangka-sangka di saat kenaikan kelas berikutnya teman saya itu tidak hadir. Pun untuk beberapa hari kemudian. Berhari-hari ditunggui guru, tidak juga dia muncul. Tanpa salam perpisahan, teman saya itu pergi. Namun, beberapa bulan kemudian baru ada kabar ternyata dia dan keluarganya yang keturunan Tionghoa telah pindah. Sekolah tidak dilanjutkan lagi. Dia mesti cepat-cepat mendapat pekerjaan untuk mencari nafkah demi membantu menghidupi keluarga. Keterhentian karier teman saya itu bukan terjadi karena pencapaian ketidakmampuan oleh kecerdasan ---sebab saya tahu betul kapasitas intelektualnya--- atau karena diburu batas umur, melainkan karena dia tidak mampu secara ekonomi. Melalui akun media sosial, saya akhirnya berjumpa dengannya setelah tidak bersua selama beberapa tahun. Dia telah sukses ---tergantung apapun arti sukses itu (yang relatif)--- menjadi saudagar.

Ibarat dalam suatu pertandingan atletik, teman saya itu sebenarnya telah bertanding dalam pertandingan loncat tinggi dan mampu melewati semua letak mistar yang dihadapkan kepadanya. Akan tetapi sebelum letak mistar maksimum yang dapat dilompatinya itu dicobakan kepadanya, ia sudah berhenti bertanding. No chance but keep moving forward...

Dapatlah dibayangkan bagaimana dia melaksanakan pertandingan loncat tinggi itu. Setelah melewati mistar pendidikan dasar, ternyata ‘mistar’  tantangan itu diangkatnya sendiri ke tingkat yang lebih tinggi, dan dia ‘bertanding untuk mencapai rekor tanpa kehadiran dan tepuk tangan penonton’. Saya telah yakin, dia tidak akan berhenti pada ketinggian itu. Menurut hemat saya, dia masih jauh di atas tingkat ketidakcakapannya, sehingga mistar loncat tingginya masih dapat diangkat lebih tinggi lagi tanpa harus takut jatuh karena tersentuh tubuhnya sendiri sewaktu dia melompati. Dia telah dipakaikan ‘baju kehidupan’ yang ternyata sempit. Namun tingkat kecerdasannya pula yang pada akhirnya membuat dirinya berhasil memperbesar ukuran baju kehidupannya itu, tanpa meminta bantuan orang lain. Sederhana. Tuhan akan menolong orang yang mau menolong dirinya sendiri.

You have inspired me, dude!


Jumat, 25 Januari 2013

Both of wet catched packets

 ---- Friday, 25 January 2013 ----
Selepas wisuda dan menerima ijazah, maka gw masuk ke fase hidup gw yang berikut. Menjadi seorang sarjana. Lantas gw pulang kampung, mengelola perniagaan (baca: perusahaan keluarga/family corporation). Niatnya gw mau jadi berguna sebagai anak dan sebagai abang, tapi kenyataan di lapangan gw emang kagak bakat jadi pedagang. Gak apa-apa, bakat gw itu memang di bidang perfilman: bagian katering Production House, huahahaha…

Ya, disinilah gw sekarang. Berusaha membujuk diri sendiri karena nyatanya sekarang gw tak lebih adalah bagian dari jutaan orang muda berijazah perguruan tinggi yang ketar-ketir menghadapi masa depan. Karena itu supaya gw ada gunanya, saban pagi, siang dan petang gw membantu Bapak --- menaik-turunkan kasur pegas yang beratnya hampir dua kali berat seluruh badan --- di toko, sepuluh kasur gw angkat bolak-balik. Tak mengapa, sekalian untuk membentuk body gw supaya lebih atletis, hehehe. Setelah menimbang-nimbang, semua itu paling lebih baik daripada telinga panas karena mendengar cibiran tetangga bahwa gw tak lebih dari seorang pemalas yang tak berguna.

Sembari memberdayakan tenaga muda serta dengan semangat tidak ingin menyusahkan orangtua, gw mencari kesempatan beasiswa S-2 dan meng-apply lowongan kerja yang tersebar di internet. Pelbagai jenis pekerjaan yang gw minati gw kirimkan berkas lamarannya berikut CV. Beberapa minggu kemudian ada panggilan interview dengan salah satu bank pemerintah. Ketika gw beritahukan bahwa gw lulus wawancara awal sebagai calon pegawai bank, Bapak merasa sangat bangga. Tak terkira bahagianya Bapak waktu itu, berseri-seri wajahnya. Selanjutnya gw menghadapi tes penerimaan.

Ada beberapa macam tes yang harus dikerjakan, mulai dari tes IQ, tes penalaran, tes Paulli sampai tes menggambar pohon. Sebanyak 350-an para pencari kerja yang sama harus gw saingi demi dapat mengisi sepotong kolom pekerjaan kelak sebagai Pegawai Bank. Dari setidaknya 37 bentuk tes penerimaan pegawai yang telah terdaftar, yang model tes IQ inilah yang paling berbahaya. Gw tidak lulus tes dan memulai dari awal kembali. Gw coba lagi ikut tes penerimaan pegawai pada sebuah badan usaha milik negara, hasilnya: Anda belum beruntung. Okeh, that’s fine. Jika salah perbaiki, jika gagal coba lagi.




Gw beritahu, saat-saat seperti inilah gw sempat menjadi rentan galau, wkwkwk. Berupaya gw maklumi dan dengan sedikit culas bahwa sistem keseimbangan ekonomi milik negeri ini belum bisa menampung orang-orang seperti kami. Sempit sekali lapangan kerja itu! Gw belum menjadi siapa-siapa. Pernah terpikir untuk menjadi bintang pilem, menjadi aktor, heheh. Tapi, sedikit banyak gw menimbang-nimbang kadar tampang (Dan kalo pun benar gw jadi aktor, gw akan menolak prosedur operasi plastik seperti fenomena ‘permak wajah’ artis zaman sekarang. Lagian, buat apa pake operasi plastik sgala!? Sayang aja udah ganteng-ganteng kayak gini dikasih plastik, ntar di jidat gw ada cap “MADE IN JAPAN” pula, kayak di baskom kamar mandi!!! wkwkwk). Hahaha, gw hanya mencoba menghibur diri. Bagaimanapun juga gw akan terus mengejar kebahagiaan.


Gw bimbang mengubah mindset. Umpama koloni rayap, orang macam gw ini termasuk kasta rayap pekerja. Bukan kasta prajurit bukan pula alates. Hampir sinkron dengan itu, dulu gw ingat Bapak pernah bilang: lebih baik kecil jadi bos daripada besar jadi kuli. Untuk menghibur, Bapak juga bilang bahwa batasan bekerja itu di dalam agama bukanlah harus menjadi pegawai, insinyur atau profesi lain. Sebenarnya pekerjaan itu banyak, cuma kita sudah salah desain. Bekerja itu definisinya lebih kepada mendayagunakan potensi dan tidak merugikan orang lain serta halal. Yang penting bekerja secara senang dan bergembira. Kata Bapak pula, dalam menjalani kehidupan itu tergantung mau jadi apa kita: apakah mau mengabdi atau mau jadi kaya? Kalau ingin kaya ya dagang. Sekarang karena usahanya, Bapak jadi bos (baca: pengusaha kecil di wilayah pertokoan yang sedang berkembang di Kerinci) di toko seantero jalan Pasar Koya. Bapak jadi bos karena Bapak membuka peluang untuk dirinya sendiri. Tetap saja, keinginan dalam diri menggebu-gebu agar menjadi anak yang berguna dengan cara bekerja untuk membantu-bantu ekonomi keluarga karena gw adalah anak pertama.

Gw mengheningkan cipta sambil bertafakur. Bahwa gw, satu dari jutaan sarjana yang sedang gugup itu, memiliki cita-cita sedemikian tinggi bahkan tinggi sekali. Gw tidak mau menyalahkan sistem, nepotisme, kolusi apalagi menyalahkan kondisi alam. Alam kerap dipersalahkan. Sementara kalo Alam selalu disalahkan, kasihan kakaknya… Vetty Vera. Hehehe…

Oh, Ya Allah…
Hamba tahu Engkau-lah sang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan segala doa, segala kata, segala bisikan.
Perkenankanlah cita-cita hamba. Aamiin.

O iyah, apa kabarnya teman-teman gw yang lain? Walo pun kami udah berpencar-pencar merantau tapi komunikasi tetap berjalan, ‘kan ada fesbuk. Salah seorang teman SMA gw, Dapin (still dreaming's blog), sekarang di Medan. Dia ikutan semacam program profesi. Dia udah jadi guru, seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Kalo gw, pahlawan tanpa tanda lahir, wkwkwk. Dari awal masuk kuliah ampe sekarang, karena masih sama-sama di Padang, gw sering ketemu ama sebagian temen-temen SMA gw dulu, kami ngumpul sambil maen futsal. Si Dapin seh berusaha bwt ketemu ama gw n’ temen-temen, tapi cuman kami-nya menghilang, baru pas dibacain ayat Kursi si Dapin-nya muncul. hehehe... Peace~

---------------------------------------------------------------------------------------------____
Gw mau bikin SIM (bahasa Inggris-nya: draiver lisens). Iseng-iseng, mumpung gw lagi di kampung dan lagi sibuk ngurus surat-surat penting bwt persiapan “berkelana”. Yeah, sebenernya (awalnya) gw pikir kagak penting-penting amatlah bikin SIM itu, soalnya gw lebih banyak dan lebih suka dibonceng ke mana-mana pake motor. Naik sepeda roda tiga aja gw jatuh, nah inih mau pakai naik motor pula, heheh. Di kantor polisi gw dites soal rambu-rambu lalu lintas.

Ck, ini mah kecil, Pak!




---> “Terserah mau ngapain aja!”  SALAH

Jawaban yang benar: Ditutup untuk semua kendaraan dari segala arah.





--->  “Dilarang masuk” BENAR

Jawaban yang benar: Dilarang masuk




---> “Kawasan tegangan listrik tinggi/SUTET”  SALAH

Jawaban yang benar: Reparasi




---> “Dilarang stop” BENAR

Jawaban yang benar: Dilarang Stop/Berhenti


---> ”Dilarang mengeluarkan Pantat?” SALAH

Jawaban yang benar: Dilarang Parkir




---> “Kawasan pedofil baru akil baligh.” SALAH

Jawaban yang benar: Jalan yang diwajibkan untuk pejalan kaki.







---> ”Orang jelek dilarang lewat!!!” SALAH

Jawaban yang benar: Pejalan kaki dilarang masuk.







 ---> ”Jualan sendok  dan garpu” SALAH
Jawaban yang benar : Rumah makan







--->  “Tempat pacuan kuda” SALAH

Jawaban yang benar: Jalan yang diwajibkan untuk penunggang kuda.


 --->  “Orang iseng ngebolongin jalan” SALAH

Jawaban yang benar: Perbaikan jalan.




---> "Kawasan main anak play-group". SALAH

Jawaban yang benar: Awas! Anak anak.





---> "Boleh muter-muter?". SALAH

Jawaban yang benar: Arah yang diwajibkan.




---> "Kagak boleh jualan bakso n' siomay keliling di kawasan ini kali yak!? heheh". SALAH

Jawaban yang benar: Semua kendaraan tidak bermotor dilarang masuk.




 ---> "Jual gulali". SALAH

Jawaban yang benar: Angin dari samping.




---> "Jangan diraba, ntar digampar!!!". SALAH

Jawaban yang benar: Jalan tidak rata.




---> "Jualan sapi qurban". SALAH

Jawaban yang bnar: Awas ternak!




Oh, I have no idea ngejawab soal-soal rambu lalu lintas.

Nah, sejak terinspirasi gagahnya profesi pulisi waktu gw di Polres kemarin, gw terobsesi pengen masuk Densus. Fufufu... dari dulu gw emang udah ngerasa pantas ikut kesatuan polisi. Gw rela mengorbankan diri gw demi perdamaian! Tapi sayang, belum mendaftar aja gw udah ditolak. Akhirnya gw maen game perang-peranmgan di PS. Gw ceritain nih yak… minggu lalu, gw mergokin dua orang berantem di pasar. Gw coba lerai, ehk, malah gw kena gebukin ama mereka. Gw coba lerai lagi, gw digampar lagi. Gak apa-apa, gak pa-pa… demi perdamaian.……………............................................................................................................... Buseet! Anak-anak SD itu kuat sekali.

-----------------------------------------------------------------------------------------------___
Inter-Universal Systemic Theory III (An Introducing of Hodge-Arakelov-Theoretic Evaluation for Better Life Forward)

Oleh : Alejamaoelaj, M.Sc
disampaikan pada peringatan Hari Anak Nasional



Penjabaran atas rumus dari hipotesis saya adalah sebagai berikut:


Bila suatu benda diberi gaya, maka benda tersebut akan memberi gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterimanya (aksi = reaksi). Selama tidak ada gaya dari luar yang mempengaruhi gaya pertama maka gaya itu tetap konstan. Gaya yang diterima (S) akan bertambah besar jika dan hanya jika gaya yang menyertainya ditambah (P dan D diperbesar). Karena menurut Hukum Newton I:


berlaku:
Θ͇  v  = {q −1͞8 v •  Σ n∈Z (−1)n • q 1/2 (n+1/2 )₂ v • ʃU n+1/2 v }−1ɫ   
                                                   
(x+ s)(n [log_1 1]8 . 1 ) = (k=0)ʃ n 0 [(n¦k) [9,76].3k a(n-k) ]
                                      dengan H0 = 1


Singkatnya, jika theta fungsi tersebut diatas kita konversikan maka didapat bahwa (P) berbanding terbalik dengan (S) dan (D). Dengan mengubah nilai theta awal dan membandingkan dengan Θ͇  hasil algoritma multiradial maka dapat ditelaah sebagai: Keberhasilan berbanding lurus dengan Ketekunan dan Ikhtiar doa. Berikut adalah penjelasan mengenai hipotesis saya diatas yang dianalogikan dengan pencapaian hidup.

Berusaha untuk tekun. Orang Jawa bilang: sopo tekun maka tekan (siapa yang tekun maka ia akan mendapatkan). Bila kita tekun terus-menerus akhirnya kita akan menerima (hasil). Jadi kita harus optimis! Bagi Anda yang belum punya pasangan, santai saja karena saya punya tips untuk Anda. Terapkan metode saya, yaitu metode 3 B. “B” yang pertama, yaitu Berdoa, minta kepada Tuhan agar Anda didekatkan dengan calon istri Anda. Kemudian “B” yang kedua: Ber-usaha. Yaitu Anda berusaha untuk mencari kenalan sebanyak-banyaknya agar nanti banyak peluang mendapatkan calon istri. Nah, kalo “B” yang pertama dan “B” yang kedua tetap tidak sukses, maka terapkanlah “B” yang ketiga, yaitu: Bercermin. Mungkin Anda jarang bercermin sehingga Anda sering ditolak cewek dimana-mana.hehehe

Saya sangat setuju dengan pendapat dari Prof. Dr. H. Rionaldo Stockberas, DEA, KLMM,  M.Sc, M.Eng yang menyatakan bahwa Tuhan itu Maha Oke. Jadi, misalnya kita berpikir: “Ya Tuhan, aku kok kelihatannya bisa beli motor itu ya…” Oke! Kamu bisa beli. “Ya Tuhan, aku kelihatannya kok bisa jadi pemain bola kayak di tipi…” Oke! Kamu jadi pemain bola. “Ya Tuhan, aku kelihatannya kok ganteng ya…” Oke! Kamu jadi ganteng. Apapun yang kita pikirkan itu yang kita dapatkan. Di dalam Al-Qur’an dan hadits qudsi termaktub bahwa Allah SWT sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Maka adalah tidak salah kalau kita  berprasangka yang baik-baik kepada Tuhan. Meski terkadang prasangka kita tidak tepat, setidaknya masih ada kebaikan yang kita tidak tahu yang diberikan Tuhan kepada kita.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah bersyukur. Kita harus bersyukur dengan apa-apa yang telah diberikan Tuhan. Karena apa-apa yang diberikan-Nya itulah yang paling baik. Misalnya:“Kenapa Tuhan memberikan saya badan yang kurus kerempeng kayak gini. Tinggal kasih benang aja udah kayak arku layangan…!?”. O..… itu mungkin biar saya bisa berhemat. Hemat kain pakaian bwt badan saya yang kecil. Atau ada orang yang berhidung pesek, ya syukuri saja. O… mungkin Tuhan memberikan yang seperti itu agar lebih panjang umur, karena kalo hidungnya kecil ‘kan nafasnya juga irit (♪♪♪ ♪♪♪ SRIIIT… SRIIIT… SRIIIT… ♪♪♪). Terkadang keterbatasan adalah ideal, maka syukurilah.

Sebagai intermezzo, baru-baru ini beredar konstatir yang dikemukakan oleh seorang sarjana lulusan salah satu perguruan tinggi. Klaim yang dikemukakan nyaris menarik sehingga diperlukan pikiran jernih untuk menganalisisnya. Dimana dia menjabarkan sebuah persamaan linear sebagai berikut:



-----------------------------------------------------------------------------------------------___
SIAP MAJU DI PILPRES 2013




MENATA BANGSA menuju jalan Mardhotillah.
BERSAMA KITA MAJU!!!


Dr. Nicholas Syahroni, M.Si

Sekilas Sepak terjang dan Perjalanan Karier:
* Pernah hampir D.O saat TK karena nilai ujian Perosotan kurang memuaskan.
* Bekerja di perusahaan di bidang pengemasan salep koreng.
* Kepala cabang kantor penitipan sepeda.
* Mantan atlet maen dingdong.
* Konsultan pada perusahaan di bidang ekspor-impor kardus bekas.
* Penggagas dan penasehat utama sinetron Cinta Fitra season 1 & 2 (tayang setiap hari pukul 17.00 WIB di CCTV).
* Ketua fans club Soneta grup tingkat kabupaten.
* Direktur CV. Tjap Tiga Anak yang bergerak di bidang industri minyak bulus & minyak lintah (perusahaan kontributor obat kuat).
* Pimpinan Orkes Melayu Nyiur Melambai.


VISI:
Mewujudkan bangsa dan negara yang berbudi luhur dan bermartabat dengan terwujudnya masyarakat berakhlaq moral mulia, kecukupan, sehat lahir bathin dan makmur secara ekonomi, situasi aman damai tenteram, terjaga keutuhan, dan berpolitik luar negeri yang berwibawa.

MISI:
. Mewujudkan sistem pendidikan nasional yang formal dan non formal dengan materi pembelajaran agama Islam yang intensif demi terwujudnya pemuda-pemudi bangsa berakhlaq mulia.
. Mewujudkan semua aparatur pemerintah dari pusat sampai desa memiliki kepribadian yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
. Mewujudkan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.
. Mewujudkan situasi dan kondisi keamanan masyarakat yang aman damai dan tenteram.


“Walau berasal dari kalangan independen dan tanpa dukungan partai, tidak menyurutkan niat Nicholas Syahroni untuk maju sebagai calon presiden. Pernah menyelamatkan nenek-nenek yang jatuh ke kali merupakan salah satu jasanya. Dia bahkan tak menjadi jumawa dengan aksi gemilangnya itu. Dia mengaku masih terus belajar dan berlatih keras untuk mencapai performa terbaik. Sikap rendah hati seperti itu justru menjadi jaminan tersendiri bahwa dia bakal terus berkembang menjadi lebih baik.” --- Agung Gumelaar (mantan Ketua Persatuan Kerukunan Tetangga Seluruh Indonesia / peraih Pak RT Nasional Awards 2006)

“Ada pepatah bilang, kalau mau melawan seseorang, ukur dulu kekuatan lawan dan diri sendiri. Begitu juga Nicholas Syahroni, ia memulai dengan menghitung-hitung titik lemahnya. Dia kurang dikenal massa. Tapi dengan rasa optimistis yang tinggi setinggi puncak giginya, dengan senyum selalu menghiasi wajah dan penuh rasa humor, bulatlah tekadnya untuk menjadi aktor dalam permainan politik.” --- Syaukani  (pembimbing spiritual)

“Nicholas itu berasal dari bahasa Yunani artinya kemenangan rakyat. Rionaldo berasal dari bahasa Teutonic yang artinya murni dan berani. Secara harfiah, duet pasangan ini dapat berarti kemenangan rakyat yang murni berazaskan keberanian. Cocok bukan buatan. Pasangan capres dan cawapres ini sungguh sangat serasi. Diantara mereka saling isi-mengisi, seolah diantara keduanya ada telepati. Pantas memimpin bangsa inih! Berima.”
---  Jakob Pras (wartawan KOMPOS dan pemimpin redaksi majalah TEMPA)

"Oh... Makanan apa yang ia makan. Ia begitu bersinar. Ia pasti makan kacang badam. Ia begitu mempesona. Aihhh..." --- Zarkawi (pegawai pemerintah)

"Track record dan kapabilitas keduanya jangan diragukan lagi! Saya miris.... . Demikian dari saya. Terima kasih." --- Badrianto (juru azan mushalla)

Kamis, 06 September 2012

TUHAN, Engkau selalu bersama mahasiswa tingkat akhir.

Kami, teman sama-sama kena ESQ, teman sama-sama mendaftar kuliah, teman sama-sama makan, teman sama-sama manjek btang karambie, teman sama-sama cari bahan praktikum, teman sama-sama jadi kudo pelajang bukik, teman sama-sama kagak boleh masup praktikum, teman sama-sama nonton bola bareng di kampus (kasus pembajakan ruang seminar), teman sama-sama seteres karena blom sempat bikin tugas praktikum (dan akhirnya sukses kagak masup lagi praktikumnya), teman sama-sama bikin surat penangguhan pembiayaan SPP, teman sama-sama bikin tenda lapangan dan angkat-angkat barang KL, teman sama-sama terluka karena cinta (mamaga durian condong, hehehe), teman sama-sama makan durian hutan, teman sama-sama berhujan-hujan makan Popmie di hutan, teman sama-sama maen gitar di kampus, teman sama-sama kena semprot dosen, teman sama-sama nungguin dosen, teman sama-sama nongkrong di halte bus kampus, teman sama-sama tidur di lab, teman sama-sama pergokin orang pacaran di kampus malam-malam (berkolaborasi dengan bang satpam kampus), teman sama-sama penelitian, teman sama-sama maen futsal, teman sama-sama ikut penelitian proyek dosen, teman sama-sama perbaikan bahan skripsi, teman sama-sama duel maen PS (bravo Bercelana!), teman sama-sama lari-larian ngejar bus kampus, teman sama-sama pasang antena tipi di atap kampus (thanx Tokek, Cebong, Tupay: kalian adalah lebih hebat daripada supermen, kalian adalah supermario-brooot), teman sama-sama masang kamera trap, teman sama-sama berpeluh-peluh di hutan dan haus setengah mampus karena GPS lagi ngadat, teman sama-sama ngetik laporan kuliah lapangan bareng (kasus Pengantaran Laporan KL jam 00.00 WIB), teman sama-sama kerja sambilan, teman sama-sama mengulang kuliah, teman sama-sama nonton konser PADI di Lanud Tabing (oooh, cewe sintal itu masih berbekas di hatiku, hahahah…), teman sama-sama mengungsi (korban gempa, wkwkwkwkkkw), teman sama-sama makan nasi goreng uda Gagah simpang Malintang (homo!!!), teman sama-sama kena tilang polisi yang mirip Narji CAGUR, teman sama-sama berbagi sleeping bag dan terpaksa tidur meringkuk di bak belakang mobil pick-up milik jurusan, teman sama-sama putar-putar keliling kampus naik bus (asyik… besok-besok coba lagi ah),; teman sama-sama katrok (kasus buang kentut di dalam lift gedung rektorat dan berfoto sambil duduk di eskalator mall), teman yang sama-sama selalu bersama.

Tapi, tidak sama wisudanya.

Kami, para “cecunguk-cecunguk” ini, akhirnya berhak menyandang gelar yang prestisius, sangat kami dambakan selang 4 tahun (atau mungkin 5 tahun yang lalu) berkelana menuntut ilmu di universitas. Kata “wisuda” tiada lagi menjadi kata yang sangar, angker, atau angkuh. Ia telah menjelma menjadi kata yang madu. 

Next, BERKELANA part two!

 ____________________________________________________________

Langsung aja deh nih, cuy. Berdasarkan pengamatan (dan pengalamn) gw selama 5 tahun, gw bisa menarik kesimpulan bahwa rata-rata mahasiswa perantau kalo udah tanggal tua alias bokek-cekak pasti akan menunjukkan aktifitas makan yang hampir sama bahkan gak ada bedanya.

Nih coy, makanan yang biasanya jadi favorit (gw) mereka , cekiprooooot!

Hari pertama kebokekan masih bisa ke sini:



---> ke warteg/ampera 7000

Hari ketiga tetap ke warung tapi cuman beli ini nih:

---> mie Indomie rasa Kari Ayam (de best foodt op de worltttt)



stok udah abis terus bongkar-bongkar kardus, ehk, gak taunya nemu ginian, ya udah sikat aja! Lumayan bwt makan malem ini, siapa tau besok kiriman datang.


---> ikan asin (the best food op de bockek day)

Hari kelima kantong mulai mintak napkah, lantas mutusin bikin ini:

---> dadar telor

Kiriman dari kampung kagak kunjung datang, perut udah "nendang-nendang",  opsi terakhir ya ini dah:



---> nasi putih + penyedap rasa "RO*CO" (malang bener dah nasip elu...).

Bangun pagi-pagi karena ada kelas pagi sambil mikirin napkah hari inih, ehk, gak taunya ada ginian, lumayan bwt ganjal perut meskipun air teh dengan sedikit gula (karbohidrat):

 ---> teh celup panas

Abis kuliah ada panggilan masuk, tulisan di display HP-nya "#Ibu calling" langsung sumringah, ditelpon nyokap,"Nak, nanti tolong cek ke ATM, uang sudah dikirim untuk bulan ini". tanpa pikir panjang makan siang langsung ini:


JRENG JEEENG JREEENG!!!


K*C
___________________

wkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwk....

Sumber gambar: - http://i5.photobucket.com/albums/y156/familjendettmer/, - http://4.bp.blogspot.com/-zwEA4w72yZA/T9Nkt6W-n-I/AAAAAAAACC4/p4jzC3vEfrk/s1600/Royco.jpg, - http://teknikdiet.com/wp-content/uploads/2012/03/nasiputih.jpg, - http://asri78.files.wordpress.com/2009/09/telur-dadar-warteg.jpg, - http://livingyourpassion.files.wordpress.com/2009/08/kfc-bucket-of-chicken.gif?w=600, - http://i4.photobucket.com/albums/y114/babymeong/IkanAsin.jpg, - www.blogger.com/blogger.g?blogID=7383005524116435047#editor/target=post;postID=4765435628029609700