Kamis, 06 Mei 2010

Ordinary Miracles

Bloody hew!!!! Somebody help me no smoking yes or no thanks a lot this is Michael how are you today i'm fine and you tukang tebu jual jambu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *kata-kata dalam bahasa Inggris yang gw hapal bener  bwt mengumpat *

April (Lavigne) bangsat! Gw terlunta-lunta di bulan penuh kekejaman ini. Duit gw amblas, gw ngutang ke temen-temen gw.

Kebangkrutan (yang telah biasa) tersebut diakibatkan karena gw berlagak dan bertingkah laku layaknya anak kawasan Menteng. Biaya makan sehari sampai Rp. 20.000, padahal pada hari-hari biasa makan tak lebih dari Rp. 10.000! Tapi hal itu hanya sampai tanggal 15. Setelah itu gw minta diutangi. Awal bulan nanti akan kaya lagi. Payah sekali memutus siklus!

Gw tak sendiri dalam menghadapi kejamnya April. Fadli, temen sekost gw, bernasib sama. Jadilah ada 2 orang anak udik Kerinci yang bertahan menghadapi keras hidup.

Bukan keluhan, bukan pula agar kisah derita ini diangkat ke layar lebar. Hanya sebagai pengingat dan pedoman.

---

Gw paling suka pagi hari. Terbangun mendengar pengajian menjelang Subuh dari masjid Al-Akbar di belakang rumah. Setelah Subuh, biasanya telah tersedia susu hangat dan teh manis panas di meja makan.

Susu dan teh tidak hadir sendiri. Akan ada 6 piring nasi goreng bawang untuk masing-masing orang. Jika bukan nasi goreng, maka serabi dari kedai kelontong di depan rumah sebagai pengganti sarapan.

Gw juga paling suka ba'da Maghrib. Semua berkumpul. Saatnya makan malam. Gw menyukai lauk sambal ikan puyuh goreng pete. Gw lihai merobek daging punggung ikan puyuh goreng.

Gw menyukai senyap menjelang Isya. Paling suka mendengar adzan shalat Isya. Gw lebih suka lagi jalan-jalan malam untuk sekedar membeli mie ayam.

Ah, seperti dulu ketika masih sekolah.



---

apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
seperti yang kau lakukan setelah membuang tahi matamu di kedai kopi
peraturan dibuat, kau tertawakan....
tunggu saja jika punishment sudah terjadi, merenung tiada guna kau dibalik jeruji

apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
setelah semalaman kau gambar pantat orang, atas nama seni
sedang anak-anak ngeri dan jijik melihatnya
akhirnya mereka pun terbiasa pula menggambar pantat, bahkan membuat pantat...

apakah hidup hanya lelucon saja?
saat kau setubuhi hukum dengan pengacaramu yang narsis itu
atau ketika kau sulam kain lap dari bulu anjing, menghapus darah perawan kebenaran....
pantas saja pentas ini tak pernah benar orangnya, karena orang yang benar tak laku untuk dijual di TeVe
bos media pengadu domba!

apakah hidup hanya lelucon saja?
kau tertawa terbahak sambil makan roti isi mentega basi
padahal baru semenit lalu kalian berantem di acara debat
pandai berakting pula kalian ya?, kenapa nggak ikut main sinetronnya Dedi Corbuzier saja...?

apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
orang berzina kalian lindungi, dianggap gentleman karena brani ngaku setelah ternyata anaknya mirip 'bapak haram'-nya
orang homo dan banci boleh bikin konferensi, se-Asia pula tu... gila
sedang orang nikah siri kalian penjarakan, sementara KUA tak pernah beres ngurus surat nikah
dan yang poligami kalian bilang tak punya perasaan, kalian yang tak berotak!!!

apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
kau terlelap enak di ruangan ber-AC, sementara orang yang tak punya rumah kepanasan di bawah jembatan
kau makan enak buatan perusahaan catering, sedang orang-orang itu makan nasi aking
kau tertawa menertawakan orang yang sedang tertawa, tak sadar kau bahwa dia sedang menertawakanmu
menertawakan tingkahmu yang tertawa-tawa setelah menang taruhan dengan si MarKus...

apakah hidup hanya sekedar lelucon saja?
lelucon, saling menertawai...
saling beradu akting,
mending nggak usah ada televisi, cukup siaran radio RRI...
biar kita tak banyak pasang aksi

#thanx to Mas Adi III (for inspiration)

Kamis, 29 April 2010

Efek Placebo

Kepadatan aktivitas bisa bikin manusia jenuh, bosan, loyo, letoy, letih, lesu, lemah, lunglai, litak, dan capek disertai ngantuk. Padahal kerjaan gak seberapa, atau memang gak ada kerjaan. Ambil contoh kasus: mahasiswa bernama Nicholas Syahroni a.k.a gw. Sampel kasus: kuliah gw di kampus yang bikin ampir mampus! Saya menjalani kegiatan monoton dan membosankan.

Di kampus, kegiatan gw selain kuliah n' praktikum palingan gw nangkring di UPT Perpustakaan Pusat yang memang selama kuliah gw tongkrongin. Baca-baca koran di ruang majalah/jurnal ilmiah/karya tulis. Pemandangan lepas penjuru kota Padang tampak jelas di lantai 3 gedung UPT. Koran-koran yang gw baca kebanyakan udah expired 3-10 hari. Tapi beritanya masih hangat. Mumpung gratis sekalian nambah wawasan Jek!

 @photo: kota Padang dilihat dari gedung lantai 3 UPT Perpustakaan Pusat

Kamis (29/4) gw baca koran di UPT sambil nungguin jam kuliah berikutnya (jam 15.50 WIB). Usai ngulik Republika, gw pindah ke meja baca berpartisi di ruang umum. Bentar lagi adzan Ashar, shalat terus caow ke gedung C 2.1, pikir gw. Tidur-tiduran ayam dulu ah.

Tak lama gw tertidur. Terus tertidur. Tetap tidur. Ampe petugas kebersihan Perpus jagain gw tidur.

Maghrib telah menjelang ketika Emak-emak petugas cleaning service ngebangunin gw (_thanx Mak!_). Bekas tempelan tas yang gw jadiin bantal masih ada nempel di pipi. Gw menjadi satu-satunya mahasiswa yang paling akhir keluar dari Perpus pusat hari itu.

Akhir-akhir ini gw gak lepas dari perkara malas n' pengen tidur mulu. Giliran gw-nya mo rajin, ada aja yang ngehalangin. Gw pengen menjalani jalan yang lurus Men! Sumpah!

Kayaknya gw perlu obat peningkat kinerja otak, semacam ekstrak Gingko biloba bwt menerangkan mata n' pikiran yang mulai gak konek. Gw sering melakukan hal-hal konyol dan bodoh (terus seperti biasa).

#Pesan moral:
1. Makanlah makanan bergizi, kaya zat besi (Fe) dan olahraga pagi.

2. Cari pacar yang setia bwt jagain tidur di pagi hari

3. Cuci kaki dan berdoa sebelum tidur.

Selasa, 13 April 2010

et_al_2007

Ujian tengah semester udah setengah jalan terlewat. Soal-soal ujiannya, seperti biasa gw perkirakan, sangat biadab dan sangat tidak berperikeprihatinan serta berperi-peri lainnya! Sungguh nista. Temen-temen gw berbangga dan memang selayaknya bangga keluar ruang ujian dengan senyum bak mengunyah permen. Sedang gw, keluar ruang ujian  dengan tampang orang sarep binti marpu’ah alias iler netes-netes, jalan ngangkang! Nista.

Temen kampus gw (bahasa Inggeris-nya: mai kempus pren) ada beberapa yang udah tinggal dikit kewajiban SKS-nya. Itu berarti hari-hari yang akan dilalui temen gw itu di kampus akan semakin dikit karena dia akan seminar proposal kemudian seminar hasil n’ trus cabut wisuda! Tentu mereka-mereka yang satuan kredit semesternya tinggal dikit itu adalah orang-orang yang rajin, ulet, dan giat belajar sehingga IPK-nya bernilai tiga koma ke atas.

Secara jujur dan (celana) terbuka, gw salut dan akuin ide-ide jenius dan brilian temen-temen kampus untuk nyusun tugas akhir atau proposal penelitiannya masing-masing. Ada yang mau penelitian tentang harimau Sumatra (dan ngajakin gw ikut ngebantu penelitiannya ntar di TNKS Kerinci. Gw mah ogah ikut! Harimau gitu loh.....), penelitian tapir Sumatra, ampe penelitian kantong semar/Nephentes Sumatra. Yeah... Pokoknya ide penelitian temen-temen gw itu tentang Sumatra-sumatra dah! Bahkan ada salah satu temen gw yang ikut proyek penelitian dosen dan langsung menjadikan proyek itu sebagai penelitiannya. Kagak perlu kluar duit karena ditanggung proyek, n’ penelitian mahasiswa bisa jalan sendiri secara gratis! Sekali merengkuh dayung, tak ‘kan lari gunung dikejar.

Jika ide mahasiswa lain begitu besar hingga menjamah pulau Sumatra, maka ide mahasiswa bernama samaran Nicholas ini sangat sederhana, yaitu bagaimana agar mendapat nilai yang cukup, lulus ujian dengan nilai minimal C-, tak perlu mengulang kuliah. Hehehehe.

Gw akan berusaha cepet kelarin kuliah dan dapet gelar sarjana. Kasihan Emak n’ Bapak gw di kampung, cari duit susah bwt gw berkuliah! Gw akan berusaha keluar dari kemalasan, kebodohan, dan kesantaian yang parah ini!

Gw akan buktikan kepada orang-orang bahwa gw tidaklah bodoh. Gw akan buktikan itu! Yeah... Paling nggak, tidak sebodoh yang mereka kira. Hehehehe.

See you yesterday.... (???)

Rabu, 10 Februari 2010

Thanks for the GEN!

E. Dan gw (terpaksa) harus terima. Nilai hasil study semester gw untuk mata kuliah Genetika dapet E. Gw bilang E, bukan A!

Kayaknya gw bakalan lama terdampar di kampus. Kemarin pas terima KRS (Kartu Rencana Studi), ketawa aja gw udah kayak orang stres! Hambar. Gw ketawa di luar, di dalam gw remuk. Kalo ibarat liga sepakbola, gw berada di zona degradasi.

Gw terlalu meremehkan Genetika sampe-sampe karena terlalu gw remehkan, baca buku bersampul kuning berjudul Modul Soal Genetika dan buku putih cabik lusuh berjudul Diktat Kuliah Genetika gw malas. Percuma. Gw kagak ngerti isi kuliah teorinya pas hadir kuliah. Karena itu gw selalu duduk di belakang, nyari kesempatan bwt tidur bentar.hehehe Black Community. Error.

---
i'm at Kerinci now. Kerinci masih sering mati listrik. Sehari giliran mati listrik jalur ke rumah gw, sehari lagi mati jalur listrik ke rumah nenek gw (_ah...gimana nih!? Katanya, udah kotamadya! Kok masih sering mati lampu?... Kagak keren, broooo_). Dan, masih sama. Gw melewatkan hari dengan berbengong ria, ngeliatin orang-orang pada jalan di depan sambil 'menjaga' perusahaan a.k.a toko.

Black in News - Hot NEWS: 'Burung'-nya si Edo [my little brada] udah sembuh. Liburan sekolah kemaren dia bersunat (khitan). Semoga 'burung' si Edo dapat menunaikan tugas sebaik-baiknya (!?).

Senin, 17 Agustus 2009

20th Year Old Boys

Hidup terus melaju.
Tanpa disadari dirimu telah 20 tahun.
Beranjak dewasa sebelum engkau menyadarinya.
Tapi, akuilah.
Tidak satupun dari dirimu yang berubah.


Nicholas Syahroni, 17 Agustus 2009 at 05.31 wib. Taubatan nasuha n' tetap katrok.

Rabu, 17 Juni 2009

Habibie, Habibie, Habibie... Ya nurul 'ain....

Prof. Dr. Ing. -Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai B.J Habibie adalah pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].




@Foto: kakek B.J Habibie

source : www.google.co.id/imglanding?q=habibie&imgurl=http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/05/

Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan sifat cerdas dan semangat tingginya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 1 tahun, ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan selanjutnya pada tahun 1955 beliau dikirim oleh ibunya (R.A. Tuti Marini Puspowardoyo) ke Jerman (Germany) untuk melanjutkan studi di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Habibie menggeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang di Fakultas Teknik Mesin. Selama 5 tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Diplom-Ingenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude (_ato summa cum laude van damme!!! Yeah..._).

Habibie tidak berhenti dengan diploma tekniknya. Ia melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral. Ia mendalami bidang Desain dan Konstruksi Aeroplane. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude (lagi).
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, B.J Habibie mengawali karir di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969), dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebrilianannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ).

Sebelum memasuki usia 40 tahun, Habibie memiliki karir yang sangat cemerlang, secemerlang ilmunya dalam desain konstruksi pesawat terbang. Habibie mendapat kedudukan terhormat, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang-orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“. Teori yang dikemukakan Habibie terkenal dalam bidang konstruksi aerodinamik yaitu: teori penjalaran retakan (cracking) pada badan pesawat terbang atau Crack Propagation. Habibie sering juga disebut sebagai Mr. Crack atas penemuan teorinya itu.

source : The True Life Story of HABIBIE by A. Makka

...
Wuiiih! Kakek ini jenius banget! Gw mau jadi kayak dia... Selama di Roma masih ada jalan, pasti gw bisa menjadi seperti Habibie!

Peace...

Selasa, 26 Mei 2009

gak ada joedoeL...

short story from ALE:

------
Hari beranjak senja ketika monyet-monyet kembali ke kandang utama. Eittt!… ternyata masih ada satu monyet lagi yang nekat membaca komik Dragonball di pojokan. Ditegurlah dia oleh ketua monyet,
“HuhuikH KriQiTiuWW ngeNgek NguikH…?”(Terjemahan bebas ke dalam bahasa manusia : Ndon, kamu gak tidur?).

Brandon, nama si monyet bandel, hanya melengos dan beralih ke pojok kandang yang lain. Dia menatap matahari senja dan menerawang ke langit ufuk… .
...........
Setahun yang lalu, nasib si Brandon --- sang monyet yang terlalu keren diberi nama Brandon --- tidak jelek-jelek amat. Dulunya, dia adalah manusia paling tampan di kelas 3 IPA I (_Kata ibunya, dia mirip Robert Pattinson yang terkenal itu lhoooo….). Tajir dan banyak fans-nya pula.

Tragedi transfigurasi Brandon jadi monyet ini berawal ketika liburan perpisahan kelas. Di hari yang naas itu, Brandon dkk. merencanakan pergi kemping ke Gunung Kerintji. Brandon merengek ke ibunya agar diperbolehkan pergi. Saat ibunya melarang, Brandon mengancam gak akan pake Nissan 150 V-nya lagi ke sekolah selama seumur hidup. Dengan berat hati, ibunya memperbolehkannya pergi.

Rombongan (sangat) amatir yang terdiri dari 9 orang itu memulai perjalanannya ke desa Letter X, desa di kaki gunung Kerintji dimana jalur pendakian berawal, menumpang ama truk sayur. Tidak lupa, mereka berfoto dulu dengan patung Harimau di gerbang masuk gunung dan mulai jalan ampe pukul 7 malam. Agak terlambat juga dari rencana awal sih…, soalnya si Androy, salah satu anggota rombongan lupa pamit ama emaknya. Sebenernya juga, mereka udah ampir nyampe ke pintu rimba, tetapi harus balik lagi ke rumah demi menuruti si Androy tercinta. Lagian, gimana kagak mau nurut!? Uang bekal, uang ongkos, ama uang urunan anak-anak dititipin ke Androy semua. Udah gitu, uangnya dititipin lagi di saku baju emaknya. Halah!

Setelah istirahat sejenak, mereka memeriksa perbekalan dan siap memulai pendakian. Ricke, anggota rombongan yang paling berpengalaman bertindak sebagai pemimpin dalam perjalanan itu.”Brothers, kita sebaiknya berdoa dahulu sebelum memulai langkah pertama kita!!!... Amin! Okey, daripada basa-basi, yang paling cepat sampai ke puncak, saya traktir mie ayam setibanya di sana,”kata Ricke meyakinkan.

“Heeeh… mana ada warung di atas sana! Blo’on!”, sanggah Eku.

“Hehehe, justru karena itulah saya berani nantang!”, balas Ricke.

Obrolan tak bermutu itu berbanding lurus ama kesiapan rombongan ini, alias sama-sama ngawur. Lihat aja isi tas mereka: ada buku pe-er, beyblade, setrika, dan peralatan gak penting lainnya. Bahkan, si Davon, anggota rombongan yang paling “maju” ngebawa kaca mobil lengkap ama pintu mobilnya! Katanya, tips biar gak kepanasan, nanti tinggal buka aja kaca mobilnya.

Setengah dari perjalanan, Padri merasa ada yang mengawasi mereka. Sebagai anak dukun beranak ngetop, ya wajarlah kalo si Padri mempunyai indera keenam. Tak berapa lama, ”Oiy….berhenti dulu dong. Daku kebelet pipis nih”, Brandon berteriak dari belakang. Dalam rombongan itu dia berjalan paling akhir, tempat tidur lipat yang dibawanya menyulitkan langkahnya. Namun, rombongan tak mengacuhkan teriakan si Brandon. “Tega kalian! Anak manis kayak gini ditinggal sendirian di hutan. Awas, kalian nggak akan daku pinjemin lagi (…tiiit SENSOR…). Rasain!”. Mendengar ancaman itu, rombongan pada balik badan nungguin si Brandon.

Brandon mencari pohon yang pas buat melepas hasratnya. Tak disadari yang dikencinginya adalah sebilah keris keramat yang tertancap di bawah pohon besar itu. Sekejap saja, tubuh Brandon diselimuti asap putih tebal. Dia telah berubah wujud jadi monyet, nyet. Monyet (lu yang monyet!?). Begitu Brandon keluar dari balik semak-semak, teman-teman semuanya pada lari tunggang-langgang tapalantiang tatilantang (asailah wa ang!).

“Hah….ada monyet, ada monyet gila!!! Tolong!!! Selamatkan diri kalian. Tooolong!!!!”, jerit Eyik, ketika ngeliat monyet menggeret-geret tas milik Brandon menuju ke arahnya.

Ditambah lagi jeritan si Egu,”Woiiy… Kita diserang monyet liar, woiy! Ayo dong ikutan histeris kayak gw dong!!!”.

“NguikH hUWHukuhikh! ( terjemahan ke bahasa manusia: woiy, ngapain loe pada ngejerit-jerit!?)”, teriak Brandon.

“ArRRgh…Tolong! Monyetnya mengejar aku…., demi keselamatan kita bersama…KAbuuR….”, jerit Ncoik.

Begitulah. Brandon ditinggal begitu saja oleh teman-teman-(durhaka)-nya. Setelah hidup terkatung-katung di hutan, suatu ketika petugas Perhutani menangkapnya karena menyerang rumah penduduk. Sebenernya, dia gak bermaksud menyerang. Dia hanya ingin meminjam PlayStation 2 milik warga karena udah lama gak maen game Pro Evolution Soccer. Untung aja dia gak digebukin warga kampung.

Oleh petugas Perhutani ia lalu dikirim ke Kebun Binatang Sumbar. Nah, jika kamu berkunjung ke Bon-bin di Sumbar dan menemukan monyet yang hobi baca komik, main PS dan sepakbola, sapalah dia ,”Ndon, Brandon mau pisang?”


24052009 17:28 A. M