Rabu, 04 April 2018

Emen Man & the King of masked singer whistled a memory of wind


--------------------------------------------------------------------
Pesan dan testimoni untukmu wahai adikku yang tampan, Alejamaoelaj.
--------------------------------------------------------------------

- Nicholas Syahroni -
-------

Alejamaoelaj, adikku, ingatlah bahwa tidak ada hal yang sia-sia dalam sebuah usaha untuk belajar. Maknailah bahwa setiap tetes keringat akan dibalas-Nya dengan manfaat yang besar di masa depan dan jangan lupa kau bersyukur!

Banyak orang di luar sana yang memimpikan berlelah-lelah dalam belajar seperti ini, tapi mungkin belum berkesempatan... Nikmatilah, maknailah, bersyukurlah... Lelahmu akan hilang seketika kau sejenak beristirahat, tapi ilmu yang kau dapatkan akan kau bawa sampai nanti. Bila kau ajarkan (ilmu itu) maka akan mengalir pula amal untukmu. Apapun disiplin ilmunya, bersemangatlah, tiada ilmu yang tak berharga selama tidak melanggar syariat.

Imam Syafi'i pernah berkata yang di sini aku kutip:"Jika kau tak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menanggung perihnya kebodohan". 

------
- Bojes Alaudin -
------

Visi hebatnya, kemauannya untuk terus belajar, dan perubahan-perubahan yang terus dilakukannya sudah seharusnya menjadikan segala omongan buruk tentang dia sebagai salah satu cara bodoh untuk membuang-buang waktu. Kemampuan yang paling luar biasa darinya adalah kehendaknya untuk berhasil, mendorong dirinya melampaui keterbatasan, dan tidak pernah menyerah bahkan ketika peluang ditumpuk terhadap dirinya. 

Alejamaoelaj, camkan kata-kata abangmu ini:"Kamu harus cerdas karena kamu dituntut untuk melewati proses seleksi yang memeras otak dan stamina. Cerdas sekedar pintar saja tak cukup. Kamu harus memiliki stamina intelegensia yang hebat dan emosi yang terkendali. Aku pun tak tahu, pencapaianmu ini mungkin benar adalah suatu keberuntungan atau buah dari jerih payahmu, atau memang takdirmu. Tak pahamlah aku!"

Gunakan saja kesempatan ini untuk dirimu agar bisa menjadi orang yang berubah dan berkelanalah! Sejatinya pengembaraan seringkali terbukti melahirkan banyak pengetahuan dan ilmu baru. Pada intinya banyak yang harus kita pelajari. Do it for a reason.

-----------------------------------------------

Menempuh studi lanjut di negara maju seperti Jepang mungkin menjadi cita-cita sebagian besar peneliti, dosen, atau mahasiswa. Tidak lain karena konon Jepang gudangnya ilmu dan tekhnologi, walaupun negara ini pernah 'mundur' dahulunya oleh sebab kalah perang. Kecuali itu sistem pendidikan di Jepang dirasa cocok dengan tradisi pendidikan di Indonesia. 

Pertengahan tahun 2017, Alejamaoelaj memperoleh beasiswa untuk studi program doktor di Jepang. Beasiswa sebesar ¥146.000-148.000/bulan terasa besar sekali, bagi orang miskin seperti dia. Karena terbiasa hidup sederhana, semangat berhemat pun tertanam dalam dirinya. Setiap minggu Alejamaoelaj mengusahakan agar berbelanja bahan makanan sehemat-hematnya untuk beras, sayuran, telur, daging halal, ikan, dan buah. Setelah dikurangi biaya sewa tempat tinggal (apato), membayar listrik, air atau gas, serta asuransi, Alejamaoelaj masih bisa mengirim sisa uang beasiswa untuk orangtuanya dan istrinya yang juga sedang berkuliah di Tokyo. Walau terpisah kota namun nafkah untuk istri harus tetap dilaksanakan meski bersua istri hanya beberapa kali dalam sebulan. Meski miskin sebenarnya hidup Alejamaoelaj cukup makmur karena di apato tersedia perabot yang kalau di Indonesia hanya dipunyai keluarga berkecukupan seperti kulkas, kompor listrik, AC, mesin cuci, microwave dan shower mandi air panas/dingin.








Di Mito, setiap hari Alejamaoelaj disesaki ilmu-ilmu baru dan --- karena itulah --- terhuyung-huyung mengejar ketertinggalannya. 茨城大学, Ibaraki Daigaku - Ibaraki University - Universitas Ibaraki,  salah satu universitas di negara Jepang, universitas negeri dengan reputasi cukup mentereng dan belum cukup terkenal tapi di sanalah Alejamaoelaj menuntut ilmu biologi serangga-nya di bawah bimbingan Jun-ichi Kojima, profesor enerjik yang amat terhormat. Hanya ada sekitar tujuh profesor dengan spesialisasi social insect of Vespidae (tawon sosial) di dunia, Kojima-sensei salah satunya, dan salah satu yang terbaik. Alejamaoelaj bertekad untuk sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini.  

Universitas Ibaraki menawarkan padanya sebuah petualangan intelektualitas dengan kemungkinan dan kesempatan yang amat luas. Dia datang duduk menyimak kuliah dan membaca publikasi ilmiah di perpustakaan dan di lab selama masing-masing dua jam tapi pengetahuan yang didapat senilai kuliah satu semester waktu di tanah air. Di saat mahasiswa-mahasiswi Jepang mem-presentasi-kan paper penelitian yang berbobot dan berkualitas tinggi, Alejamaoelaj hanya diam: antara menyimak dan tidak mengerti sama sekali (inilah salah satu efek tidak diberi ASI ketika bayi). Secara terpaksa, dapat dikatakan bahwa dia menyerap ilmu filsafat, evolusi, biogeografi, dan filogeni sekaligus, dan Al-Biruni (Bapak Bumi Bulat) pasti mengatakan Alejamaoelaj menyerap begitu banyak pelajaran dalam satuan waktu yang relatif singkat. 

Selama beberapa bulan menetap di Jepang, Alejamaoelaj memerhatikan bahwa budaya di Jepang dan Indonesia begitu berbeda, apalagi soal kepercayaan. Orang-orang Jepang memang percaya adanya Tuhan, tapi mereka tidak punya menjalankan agama (agnostik). Sebagian malah atheis. Yang dipikirkan (mayoritas) orang Jepang hanya bagaimana menjalin relasi dengan banyak orang, tanpa memikirkan bagaimana caranya membangun hubungan dengan Tuhan. Mereka --- orang-orang Jepang itu --- memang tampak berhasil secara sosial tapi sebenarnya gagal secara individu. 






----------------------------------------------------------------


Sempat tidak percaya, bagaimana bisa seorang Alejamaoelaj yang biasa-biasa saja mampu mendapatkan kesempatan luar biasa ini, bersekolah ke luar negeri, ke Jepang. Saat kuliah S-1 dan S-2 saja dirinya hampir selalu gagal mendapatkan beasiswa, pun bukan termasuk kategori mahasiswa yang berprestasi, bahkan sering sekali di-underestimate-kan, tetapi bisa juga sampai ke Jepang. Namun setelah sampai di Jepang, Alejamaoelaj semakin sadar kalau dia masih perlu banyak belajar dan Jepang bukanlah akhir dari tujuan. Studi di Jepang hanya salah satu bagian untuk mencapai tujuan itu.



Jikalau ditanya tentang kesan dan nilai apa yang sekarang tertanam pada Alejamoelaj setelah sampai di Jepang yaitu yang pertama mungkin adalah makin percaya diri. Alejamaoelaj merasa makin yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin atau impossible. Kalau ada keinginan dan usaha (keras), jangankan kuliah di universitas di Jepang, kuliah di kampus terbaik Dunia-pun adalah hal yang sangat mungkin. I'm possible.

Menurutnya, budaya Jepang yang perlu dicontoh adalah kedisiplinan. Alejamaoelaj merasakan kalau secara kemampuan berpikir, orang Indonesia tidak kalah dengan orang Jepang, bahkan bisa jadi orang Indonesia lebih cerdas dalam menyelesaikan masalah. Tetapi orang Jepang sangatlah disiplin dan gigih dengan apa yang mereka kerjakan. Terutama soal waktu, mereka sangat menjunjung tinggi disiplin waktu. Alejamaoelaj tidak bilang kalau kehidupan di sini lebih baik dari Indonesia, sama sekali tidak. Alejamoelaj hanya bilang kalau kehidupan di sini berbeda. Terutama tentang ritme kerja yang lebih cepat dan lebih lama dibanding di Indonesia.


"Saya terbiasa mengecek dua kali dalam satu siklus proyek atau penelitian, di titik yang sama. Ini bukan karena kurangnya ‘trust’, tapi sebaliknya untuk memotivasi agar bisa dikerjakan tepat waktu,” katanya tanpa ditanyai dan tanpa ada korelasi.


Selain itu, kerja keras juga salah satu nilai yang Alejamaoelaj coba tanamkan ke dirinya sendiri. Dia sadar diri, kalau dari segi kognitif, Alejamaoelaj jauh tertinggal di bawah teman-temannya yang lain, tetapi dengan usaha yang lebih keras, Alejamaoelaj bisa membalikkan keadaan. Alejamaoelaj bisa mengejar orang-orang yang jauh lebih pintar melebihinya. "Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang mau berusaha", kata Ibu Alejamaoelaj suatu kali.



"Saya merasa keilmuan di bidang saya masih sangat sedikit sedangkan tantangannya sangat banyak. Maka dari itulah saya berharap bahwa dengan berkuliah di luar negeri saya bisa mendapatkan banyak insight dengan sudut pandang yang berbeda-beda tentang bidang keilmuan saya mengingat kesempatan saya untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara pun terbuka lebar. Hal kedua yang memotivasi saya untuk berkuliah di luar negeri adalah kesempatan saya untuk dapat mempelajari nilai-nilai kehidupan yang mungkin akan lebih banyak saya dapatkan ketika saya berada di luar zona nyaman saya (Indonesia). I am going to study at Ibaraki University for three years from now on. When I entered the college, I actually never thought about going abroad.  However, when I discussed with international students, I felt that I want to be in an environment where I can challenge myself and grow, and eventually decided to pursue study abroad".

"Sistem perkuliahan di sini sejujurnya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia baik itu suasana belajar di kelas maupun ujiannya. Mungkin yang membedakan dengan di Indonesia terletak di porsi risetnya. Di sini porsi riset lebih banyak dibandingkan dengan kuliahnya (jika ada kuliah). Sebagai contoh dalam satu minggu saya bisa saja hanya memiliki satu kelas namun bukan berarti saya bisa pulang setelah kelas berakhir. Saya masih harus menghabiskan waktu saya di student room/laboratorium minimal 8 jam dalam sehari", ujar Alejamaoelaj saat diwawancarai salah satu reporter majalah anak-anak BOUBOU. 

Lebih dari itu semua, hal ini bisa ia lakukan karena kecintaannya terhadap sains. “Sains itu dasar ilmu. Sains membantu ilmu hilir lain untuk kuat. Kalau mengerti sains, bisa belajar apa saja", kata Alemaoelaj. Kali lain dia pernah berujar:"Biarlah saya menjadi batu pijakan agar orang lain lebih maju, agar lebih termotivasi, (dengan melihat) bahwa saya saja ---bodoh begini--- bisa, apalagi kalian-kalian yang lebih pintar dari saya! Itu".





my Kawasaki NINJA 400 ;^P



@berkuliah.com
-----------------------------------------------------
oleh : @rifnatakusumah a.k.a Arif (wartawan majalah BOLA, diangkat sebagai abang oleh Alejamaoelaj karena neneknya bang Arif dengan neneknya Alejamaoelaj adalah sama-sama nenek-nenek)

Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan tanpa usaha dan keyakinan. Itulah yang gw percayai setelah gw terkagum-kagum pada satu klub sepakbola. Menjelma menjadi resolusi hidup dan merupakan bukti bekerjanya proses yang benar dalam metamorfosis sebuah kesuksesan. Pada keberhasilan klub sepakbola dari Liga Inggris Swansea City yang menjuarai Piala Liga Inggris yang dihelat tahun 2013.
Padahal, adakah yang kenal pada Swansea City FC sepuluh tahun sebelumnya? Tanpa perubahan, pengorbanan, dan kesabaran, rasanya mata dunia kini tidak akan menoleh pada klub sepakbola yang markasnya ada di selatan Wales ini. Tanpa keberanian menempatkan the right man on the right place, rasanya mustahil mereka bisa sukses sembari bermain enak ditonton.
           Klasemen akhir 2002/03 jadi saksi siapa Swansea, klub yang berusia seratusan tahun lebih. Saat Manchester United menjuarai kasta pertama, Portsmouth lolos ke Premier League usai menjuarai Championship, alias Divisi Satu. Di kasta kedua dari piramida sepakbola Inggris tersebut, sebagai info, nangkring Bradford City di posisi 19. Untuk menegaskan perbandingan, waktu itu Reading bercokol di posisi empat, Norwich City delapan, dan Stoke City di urutan 21!
            Pada saat yang sama, Wigan Athletic juga promosi dari Footbal League One, alias Divisi Dua alias kasta ketiga. Di kasta keempat atau Divisi Tiga atau League Two, Rushden & Diamonds menjuarai liga dan lolos promosi ke League One. Swansea City juga berada di kasta ini dan berada di urutan ke-21! Mereka mujur tak terdegradasi ke Conference National, alias Divisi Empat, alias kasta kelima.
            Jika ditarik garis lurus maka sepuluh tahun sebelumnya, posisi Swansea City itu berselisih 88 level dari Chelsea, yang mereka kalahkan sebelumnya di semifinal  Piala Liga. Kini tengok yang tengah terjadi pada 2012/13. Portsmouth ada di dasar jurang League 1. Bradford di urutan sebelas League 2. Reading, Norwich, Wigan, dan Stoke juga berada di Premier League, tapi semua posisi mereka di bawah Swansea.
            Di dalam sepuluh tahun, Swansea telah memangkas 82 tingkat lantaran sekarang selisih dengan Chelsea tinggal enam level saja. Lalu, apa kabarnya Rushden & Diamonds, juara League 2 di saat Swansea nyaris terdegradasi saat itu??? Gw beritahu: telah almarhum! Pada Juni 2011, The Diamonds divonis FA tidak layak mengikuti kompetisi karena bangkrut.
            Betapa jauh The Swans telah melangkah. Sampai sejauh ini. Bukan main. Dari bukan siapa-siapa menjadi kampiun piala liga. Tentu, semua diraih karena menempatkan the right man on the right place, menempatkan seseorang yang menyuntikkan energi yakin pada tiap diri pemain. Karena keyakinan dapat meruntuhkan segala ketidakmungkinan.



Selasa, 03 Oktober 2017

mamammia

-----------------------------------
Saat saya akan masuk ke dalam lab Kojima, saya melihat ada daftar mahasiswa yang menjadi anggota lab. Saat itulah saya melihat nama saya tercantum dalam daftar mahasiswa doktoral (D1 = doktoral tahun pertama, D2 = doktoral tahun kedua, dan D3 = doktoral tahun ketiga). Saya berkata dalam hati, “Ooo… saya sudah menjadi anggota lab, meski belum resmi diterima dalam ujian masuk universitas. Aneh juga ya?”

I am still nothing. A lot more people better than me. I do not want pride and do not need it. I chose to study at the Ibaraki Univ. It is nothing to do with university ranking. It is less relevant if your study is more about conducting research project, find something new and gaining your scientific interest than attending classes. Most of all, to tell the truth, I am a big dreamer.
 
Bodoh itu adalah musibah dan obatnya adalah belajar. Tapi musibah yang paling besar adalah orang bodoh yang suka berdebat, buruk adab dan merasa berilmu.
Bagi dia, Alejamaoelaj adalah seorang yang cerdas dan selalu mempunyai keinginan untuk belajar.


The beauty of words part 1 ###

Life is already hard as it is, why do I need to do that and this had nothing to do with me? Just because you put it there does not mean I have to go through it. We all have our dreams. That is the path we should take. We overcome the barriers to our dream; we do not overcome the barriers that other people put to make it hard on us.

You did whatever you possibly could whether you failed or not. Just talked about trials and errors, but did not give up!

I am sure after 3 years stay in Mito, my body will get adaptability to much wider temperature and humidity range.

I belong to 1% of the population that has never seen a single episode of Game of Thrones. Poor me.

When specimens are used for scientific research, their value could be increased.

Attack wins your game. Defense wins your titles.

To put this fact in perspective, if Japanese student was only 24 hours old, then I have only been on the campus for five minutes.

To Flat Earth Society, it is no use to debate with them. Because the whole purpose of their debate is to convince people to join them.
----------------------#'##
The beauty of words part 2

No matter happened or bad what it seems today, life goes on and it will be better for tomorrow. Most days, I just caffeinate and then hope for the best.

There's a reason some people think they can do anything. They listened to their mothers!

You are so cute/dummy, not even knowing that someone was staring at you. You only thinking of what you want to say, not of the person you are speaking to.



-----------------------------------


"Yang penting saat itu mikirnya kita harus punya karya, karena karya itu peninggalan, kalaupun kita udah tidak ada nantinya, setidaknya karyalah yang akan dikenang. Jadi uang yang kita dapat dari bekerja, kita gunakan untuk berkarya. Terlepas orang akan suka atau tidak, yang penting berkarya saja dulu” - Alejamaoelaj

Aristotle juga pernah bilang, "A man can only be a real man, if he is master of art, public speaking, and war", dan saya mencoba melengkapi tiga hal itu melalui apa yang saya jalani. Bermusik, (akan) mengajar, dan (akan) berlatih beladiri.

Winter almost close, you practically about to heat in the room. Yesterday was the day you never waiting for. Even as if you can stop the clock ticking, but you will never. To see the days that do not come up without any sunshine, with the whole unready. Just when you wake up in the morning, take a massive smile you have ever had and lived your life to the fullest.


---------------------------------------------------

Minggu, 03 Juli 2016

Borborygmus





NEVER FORGET the 3 TYPES of people in your life
1. those who HELP you in difficult times
2. those who LEAVE you in difficult times
3. those who PUT you in difficult times




---
Alejamaoelaj berusaha agar tidak terjangkit penyakit jiwa miskin. Karena ketika kemiskinan tidak lagi jadi gejala, maka sangat wajar ketika krisis datang ada lima status merah yang akan disandang. Pengangguran akan bertambah, kriminalitas akan meningkat, perceraian akan membuncah, Rumah Sakit Jiwa akan kelebihan kuota, dan jumlah orang yang bunuh diri akibat frustasi akan merangkak naik.


Persembahkan yang terbaik pada semuanya. 
Belajarlah untuk baik sangka pada semuanya. 
Selebihnya, pasrahkanlah semuanya pada Allah. 
Tak usah terlalu bangga ketika dipuja, tak usah terlalu sedih jika disia-siakan. 
Sebagaimana bulan muncul pada malam hari, matahari muncul siang hari. 
Matahari terbit pagi hari di arah timur dan tenggelam sore hari di arah barat. 
Semua ada waktu dan tempat secara bergiliran.  
Ingat! 
Siapa bersungguh-sungguh akan sukses!
-------------------------------------------------------------------------------------------










Kamis, 31 Desember 2015

Scoville, habanero, and I

Harga pangan dunia naik. Semua berawal pada 2011. Harga cabe ikut naik. Saya tertindas.

-----------------------------------------------------------------
Tentang Nicholas Syahroni (ditanyakan secara paksa) kepada Alejamaoelaj, Bojes Alaudin, dan dirinya sendiri.

"Kata orang, saya ini humoris. Padahal mungkin orang tidak tahu arti sebenarnya kata humoris itu. Terminologi 'humor' berasal dari bahasa Latin, yang artinya tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah jenaka atau tertawa, tetapi sekadar bermakna cairan (liquid). Dari zaman Yunani kuno sampai Renaissance, ilmu fisiologi menganggap temperamen karakter manusia berkaitan dengan cairan (humor) yang ada dalam tubuh. Bila salah satu cairan berlebih maka terjadi ketidakseimbangan humor yang pada akhirnya akan mengakibatkan perilaku tidak sehat, alias gila, lalu disebut humoris. Makanya saya tidak mau disebut humoris." 
--- Nicholas Syahroni (1989 - ...)

---------------------------------------------------------------

Tentang Alejamaoelaj (ditanyakan secara dibawah ancaman) kepada Nicholas Syahroni: 

"Dimensinya bukanlah sekedar lucu dan serius, tetapi juga kreatif, cerdas, pemikir, dan bervisi ke depan. Dia memiliki kejelian kreatif untuk memotret kekonyolan perilaku orang." 
--- Nicholas Syahroni (1989 - ...) 

"Otak (di bawah) standar. Badan kecil. Tampang biasa. Berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Tapi dari kecil saya fokus ke satu hal: Saya harus sekolah setinggi-tingginya. Saya simpan tujuan itu dalam hati. Semua aktifitas arahnya kesana. Alhamdulillah, saya dulu bisa kuliah S-1 dan S-2, semuanya dengan beasiswa.

Bapak dan Ibu saya pernah berujar,"Teruslah termotivasi, nak". Motivasi adalah salah satu hal yang saya punya. Motivasi saya adalah keluarga. Saya ingin sekali membahagiakan mereka, meski belum tahu dengan cara apa, hehehe. Namun, sekarang, tampaknya saya perlu menumbuhkan kepercayaan diri terlebih dahulu sebelum memotivasi diri saya. Kepercayaan diri adalah juga salah satu yang saya punyai, itu menurut guru SD saya kelas 4. 

Lebih dari semua itu, terutama di masa kanak-kanak, saya menemukan kepercayaan diri sepenuhnya. Pada usia itu saya tidak bisa apa-apa menolak dijadikan peran antagonis dalam setiap lakon Power Rangers. Saya tak pernah masuk pilihan pertama atau kedua, atau ketiga. Selalu dipilih terakhir, dan tidak soal ikut grup ini atau grup itu. Kalau diajak main futsal, paling hanya sebagai penambah pemain yang pas-pasan. Bahkan dalam perkara mengadu layang-layang, saya tidak diperhitungkan. Bukan hanya tidak bisa menaikkan layang-layang, pun untuk menggulung benang bagi yang bertanding saya dianggap tidak becus. Mungkin dibayangan orang, saya masih dianggap belum bisa membuang ingus dengan benar. Tidak mengapa. "


--- Alejamaoelaj (1990- ...)

Saya tidak pernah berpikir dia akan mengingat semuanya. Saya senang dengan mengetahui bahwa bang Nicholas masih merindukan saya. Saya tidak ingin apapun darinya. Dia memiliki hati yang sangat besar. Itulah sebabnya dia berada di posisinya sekarang. 

Saya sendiri tidak memiliki keyakinan sebesar keyakinan Alejamaoelaj pada diri saya.

Saya menatap lekat matanya. Tiba-tiba Jepang rasanya dekat saja.

 


___________________________________


Daigo, Ibaraki Prefecture, Japan on autumn, October 2015

Please, believe it so! It's too good to explained, what a great taste! It is ayu fish



Fukuroda falls

Rokkakudo

Lichens

Autumn leaves

Why so serious?

Ibaraki University, Japan_October 2015





Hitachinaka Seaside Park, Japan






Jumat, 11 Desember 2015

Future asset

Ah, palingan dia juga tidak akan tahu. Ah, palingan dia juga tidak akan sadar. 

Dia tidak akan lihat. Dia tidak akan terpikir. Dia tidak perlu tahu.

Hanya perlu dia tahu. Perlu dia sadari. Perlu dia maklumi dan perlu dia pikirkan!


“Walau sampai 90 tahun lamanya nanti, bahkan sampai dihidupkan lagi, aku tetap ingin bersama dia.”


Minggu, 28 Juni 2015

The question whether we are alone or not in the universe has been answered

Sudah lama Alejamaoelaj tidak keluar dari kamar kos petak 3 x 3 meter-nya. Diajak bergitar, dia tidak mau. Diajak main koa, dia tak pandai. Alejamaoelaj, saudara yang sangat saya sayangi itu, rupanya sedang gundah. Hal biasa, karena memang sering dia menggundahi dirinya sendiri. Apa yang digundahinya itu (kali ini) adalah tentang memikirkan  cita-citanya, impiannya. Terlebih, bagaimana dia mencapai cita-citanya itu?

Di kamar Alejamaoelaj banyak terserak buku-buku dan majalah, ada pula catatan di kertas HVS A4, berisi analisa S.W.O.T dirinya.  Dulu, ketika SMP, ingin sekali dia menjadi gubernur. Lebih dari itu, sebenarnya cita-cita Alejamaoelaj adalah ingin menjadi presiden. Namun, dia tahu diri, dia hanya orang biasa. Jika tiba-tiba mencalonkan diri menjadi presiden, tentu orang-orang tidak tahu siapa dirinya? Apa sepak terjangnya? Menjadi gubernur adalah langkah awal bagi Alejamaoelaj untuk kemudian menjadi presiden Republik Indonesiah yang ke-11. Namun, ketika tahu bahwa jika ingin menjadi presiden harus mempunyai dana yang besar, niatnya itu diurungkan. Cukuplah dirinya menjadi gubernur, jika menjadi presiden, takut tidak balik modal, akunya. Selepas SMA, goes to be a governor hanyalah menjadi kenangan. Melihat banyak sekali ajang-ajang pencarian bakat, dicobanya pula ikut. Cita-citanya kini berganti ingin menjadi seorang idola! (Biarlah menjadi idola secara instan, biar!). Namun sayang, bahkan juri tidak mampu melihat bakat Alejamaoelaj. Lebih parah lagi, dia ditolak ikut audisi, lalu merana karena Haqqul yaqin dengan bakat bawaan menyanyi yang diwarisi dari ibunya. Apa yang salah dengan bakat Alejamaoelaj? Semua syarat menjadi idola ada! Tampan rupawan, suara oke, atletis, badan harum, apalagi? Rupanya ajang pencarian bakat yang diikuti Alejamaoelaj adalah Indonesian Udel, yaitu ajang pencarian pusar berbakat se-Indonesiah. Lepas dari ajang tidak jelas itu, dia berkuliah. Cita-citanya adalah ingin menjadi Hokage dan ingin membawa Sasuke pulang profesor.

Setelah lulus kuliah, Alejamaoelaj menetapkan cita-cita, yang sebenar-benar aspirasinya. Dia ingin menjalankan saja roda kehidupannya. Tak soal ingin jadi apa dan seperti apa. Asal dia bahagia dan orang-orang di sekitarnya juga ikut bahagia. Itu saja cukup baginya. Dia ingin bahagia dengan cara yang sederhana, misalnya yaitu dia ingin membuatkan kedai/rumah makan teruntuk ibunya. Di rumah makan impian Alejamaoelaj itu, segala macam masakan, resep masakan, bumbu masak, dan juru masak ---untuk juru masak, bolehlah didispensasikan--- adalah dari dan oleh ibu Alejamaoelaj sendiri. Bahkan jauh-jauh hari telah dipersiapkannya nama untuk rumah makan itu:

Rumah Makan "TERSERAH" (R.M TERSERAH)

Begitu unik namanya. Lantas kenapa diberinya nama "Rumah Makan TERSERAH"? Karena sudah tidak terhitung banyak orang yang ketika ditanya ingin makan dimana, jawabannya adalah terserah. Terserah adalah jawaban opsional dan umum. 

"Jadi, mau makan dimana kita?"

" Ya terserah."


 Rumah Makan Terserah. 

courtesy: www.humorterkini.wordpres.com

Jumat, 05 Juni 2015

Ganymede and Dione




the BERKAT YAQIN (foto: dokumen pribadi)




Pamflet yang menyiarkan akan diadakannya turnamen game PlayStation Pro Evolution Soccer  2013 (PES 2013) membuat hari-hari saya menjadi bergairah. Total hadiah yang diimingkan adalah sebesar dua setengah juta rupiah, dengan insert sebesar tiga puluh lima ribu. Lumayan sekali untuk menambal uang makan selama, kira-kira, dua bulan jika menang. Sudah satu minggu persiapan dilakukan dengan latih-tanding bersama anak tetangga sebelah kosan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Bermodal kepercayaan diri yang membuncah tinggi karena hasil uji coba yang memihak 75% kemenangan berada di tangan, ---haaalaaaah… --- paling tidak, satu kaki sudah bisa di semifinal-lah.

Hari Minggu adalah hari perhelatan turnamen. Orang yang namanya disamarkan ini mendapat jadwal tanding sekitar ba’da Ashar, pukul setengah empat! Beruntunglah turnamen PS sepakbola kali ini masih memakai format PES tahun 2013, karena saya kurang paham bermain PES keluaran terbaru, yaitu yang 2014 atau 2015. Format kompetisinya sendiri memakai sistem Knock Out (K.O), yang terdiri dari 4 pool, dan juara masing-masing pool akan maju memperebutkan juara 1, juara 2, juara harapan 1, dan juara harapan 2.

Saya masuk Pool D. Berkat keyakinan yang sangat tinggi, maka saya putuskan memberi nama BERKAT YAQIN sebagai nama peserta turnamen. Filosofinya sudah jelas karena saya yakin, maka saya insya Allah menang. 

Pertandingan dimulai setelah Ashar, saya memakai tim Italia JUVENTUS F.C sebagai jagoan. Lawan pertama saya, mahasiswa fakultas Pertanian semester 6. Dia memakai tim Manchester City. Permainan dimulai. Bola dioper dari kaki ke kaki, kadang bola disambut kepala pemain virtual di layar LCD. Tiktak sana sini. Passing-shooting... Skor 3-0! Saya kena bantai. Menyedihkan, rupanya selama ini saya telah menilai diri terlalu tinggi, overvalued. Namun, tidak mengapa. Kekalahan saya tidak lantas membuat surut langkah. Malah saya berterima kasih karena saya dapatkan hikmah yang begitu banyak agar saya lebih berpikir, lebih bersemangat, dapat mengendalikan emosi, belajar dari pengalaman, melatih kesabaran, dan agar selalu menghargai orang lain.

Akhirnya, saya pulang ke kosan. Makan sore (kalau ada yang namanya makan sore), shalat, dan membaca buku. Lalu dilanjutkan mengisi teka-teki silang. Tidak lupa, malamnya, saya minum Indomilk rasa coklat.