Rabu, 10 Februari 2010

Thanks for the GEN!

E. Dan gw (terpaksa) harus terima. Nilai hasil study semester gw untuk mata kuliah Genetika dapet E. Gw bilang E, bukan A!

Kayaknya gw bakalan lama terdampar di kampus. Kemarin pas terima KRS (Kartu Rencana Studi), ketawa aja gw udah kayak orang stres! Hambar. Gw ketawa di luar, di dalam gw remuk. Kalo ibarat liga sepakbola, gw berada di zona degradasi.

Gw terlalu meremehkan Genetika sampe-sampe karena terlalu gw remehkan, baca buku bersampul kuning berjudul Modul Soal Genetika dan buku putih cabik lusuh berjudul Diktat Kuliah Genetika gw malas. Percuma. Gw kagak ngerti isi kuliah teorinya pas hadir kuliah. Karena itu gw selalu duduk di belakang, nyari kesempatan bwt tidur bentar.hehehe Black Community. Error.

---
i'm at Kerinci now. Kerinci masih sering mati listrik. Sehari giliran mati listrik jalur ke rumah gw, sehari lagi mati jalur listrik ke rumah nenek gw (_ah...gimana nih!? Katanya, udah kotamadya! Kok masih sering mati lampu?... Kagak keren, broooo_). Dan, masih sama. Gw melewatkan hari dengan berbengong ria, ngeliatin orang-orang pada jalan di depan sambil 'menjaga' perusahaan a.k.a toko.

Black in News - Hot NEWS: 'Burung'-nya si Edo [my little brada] udah sembuh. Liburan sekolah kemaren dia bersunat (khitan). Semoga 'burung' si Edo dapat menunaikan tugas sebaik-baiknya (!?).

Senin, 17 Agustus 2009

20th Year Old Boys

Hidup terus melaju.
Tanpa disadari dirimu telah 20 tahun.
Beranjak dewasa sebelum engkau menyadarinya.
Tapi, akuilah.
Tidak satupun dari dirimu yang berubah.


Nicholas Syahroni, 17 Agustus 2009 at 05.31 wib. Taubatan nasuha n' tetap katrok.

Rabu, 17 Juni 2009

Habibie, Habibie, Habibie... Ya nurul 'ain....

Prof. Dr. Ing. -Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai B.J Habibie adalah pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].




@Foto: kakek B.J Habibie

source : www.google.co.id/imglanding?q=habibie&imgurl=http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/05/

Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan sifat cerdas dan semangat tingginya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 1 tahun, ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan selanjutnya pada tahun 1955 beliau dikirim oleh ibunya (R.A. Tuti Marini Puspowardoyo) ke Jerman (Germany) untuk melanjutkan studi di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Habibie menggeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang di Fakultas Teknik Mesin. Selama 5 tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Diplom-Ingenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude (_ato summa cum laude van damme!!! Yeah..._).

Habibie tidak berhenti dengan diploma tekniknya. Ia melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral. Ia mendalami bidang Desain dan Konstruksi Aeroplane. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude (lagi).
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, B.J Habibie mengawali karir di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969), dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebrilianannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ).

Sebelum memasuki usia 40 tahun, Habibie memiliki karir yang sangat cemerlang, secemerlang ilmunya dalam desain konstruksi pesawat terbang. Habibie mendapat kedudukan terhormat, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang-orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“. Teori yang dikemukakan Habibie terkenal dalam bidang konstruksi aerodinamik yaitu: teori penjalaran retakan (cracking) pada badan pesawat terbang atau Crack Propagation. Habibie sering juga disebut sebagai Mr. Crack atas penemuan teorinya itu.

source : The True Life Story of HABIBIE by A. Makka

...
Wuiiih! Kakek ini jenius banget! Gw mau jadi kayak dia... Selama di Roma masih ada jalan, pasti gw bisa menjadi seperti Habibie!

Peace...

Selasa, 26 Mei 2009

gak ada joedoeL...

short story from ALE:

------
Hari beranjak senja ketika monyet-monyet kembali ke kandang utama. Eittt!… ternyata masih ada satu monyet lagi yang nekat membaca komik Dragonball di pojokan. Ditegurlah dia oleh ketua monyet,
“HuhuikH KriQiTiuWW ngeNgek NguikH…?”(Terjemahan bebas ke dalam bahasa manusia : Ndon, kamu gak tidur?).

Brandon, nama si monyet bandel, hanya melengos dan beralih ke pojok kandang yang lain. Dia menatap matahari senja dan menerawang ke langit ufuk… .
...........
Setahun yang lalu, nasib si Brandon --- sang monyet yang terlalu keren diberi nama Brandon --- tidak jelek-jelek amat. Dulunya, dia adalah manusia paling tampan di kelas 3 IPA I (_Kata ibunya, dia mirip Robert Pattinson yang terkenal itu lhoooo….). Tajir dan banyak fans-nya pula.

Tragedi transfigurasi Brandon jadi monyet ini berawal ketika liburan perpisahan kelas. Di hari yang naas itu, Brandon dkk. merencanakan pergi kemping ke Gunung Kerintji. Brandon merengek ke ibunya agar diperbolehkan pergi. Saat ibunya melarang, Brandon mengancam gak akan pake Nissan 150 V-nya lagi ke sekolah selama seumur hidup. Dengan berat hati, ibunya memperbolehkannya pergi.

Rombongan (sangat) amatir yang terdiri dari 9 orang itu memulai perjalanannya ke desa Letter X, desa di kaki gunung Kerintji dimana jalur pendakian berawal, menumpang ama truk sayur. Tidak lupa, mereka berfoto dulu dengan patung Harimau di gerbang masuk gunung dan mulai jalan ampe pukul 7 malam. Agak terlambat juga dari rencana awal sih…, soalnya si Androy, salah satu anggota rombongan lupa pamit ama emaknya. Sebenernya juga, mereka udah ampir nyampe ke pintu rimba, tetapi harus balik lagi ke rumah demi menuruti si Androy tercinta. Lagian, gimana kagak mau nurut!? Uang bekal, uang ongkos, ama uang urunan anak-anak dititipin ke Androy semua. Udah gitu, uangnya dititipin lagi di saku baju emaknya. Halah!

Setelah istirahat sejenak, mereka memeriksa perbekalan dan siap memulai pendakian. Ricke, anggota rombongan yang paling berpengalaman bertindak sebagai pemimpin dalam perjalanan itu.”Brothers, kita sebaiknya berdoa dahulu sebelum memulai langkah pertama kita!!!... Amin! Okey, daripada basa-basi, yang paling cepat sampai ke puncak, saya traktir mie ayam setibanya di sana,”kata Ricke meyakinkan.

“Heeeh… mana ada warung di atas sana! Blo’on!”, sanggah Eku.

“Hehehe, justru karena itulah saya berani nantang!”, balas Ricke.

Obrolan tak bermutu itu berbanding lurus ama kesiapan rombongan ini, alias sama-sama ngawur. Lihat aja isi tas mereka: ada buku pe-er, beyblade, setrika, dan peralatan gak penting lainnya. Bahkan, si Davon, anggota rombongan yang paling “maju” ngebawa kaca mobil lengkap ama pintu mobilnya! Katanya, tips biar gak kepanasan, nanti tinggal buka aja kaca mobilnya.

Setengah dari perjalanan, Padri merasa ada yang mengawasi mereka. Sebagai anak dukun beranak ngetop, ya wajarlah kalo si Padri mempunyai indera keenam. Tak berapa lama, ”Oiy….berhenti dulu dong. Daku kebelet pipis nih”, Brandon berteriak dari belakang. Dalam rombongan itu dia berjalan paling akhir, tempat tidur lipat yang dibawanya menyulitkan langkahnya. Namun, rombongan tak mengacuhkan teriakan si Brandon. “Tega kalian! Anak manis kayak gini ditinggal sendirian di hutan. Awas, kalian nggak akan daku pinjemin lagi (…tiiit SENSOR…). Rasain!”. Mendengar ancaman itu, rombongan pada balik badan nungguin si Brandon.

Brandon mencari pohon yang pas buat melepas hasratnya. Tak disadari yang dikencinginya adalah sebilah keris keramat yang tertancap di bawah pohon besar itu. Sekejap saja, tubuh Brandon diselimuti asap putih tebal. Dia telah berubah wujud jadi monyet, nyet. Monyet (lu yang monyet!?). Begitu Brandon keluar dari balik semak-semak, teman-teman semuanya pada lari tunggang-langgang tapalantiang tatilantang (asailah wa ang!).

“Hah….ada monyet, ada monyet gila!!! Tolong!!! Selamatkan diri kalian. Tooolong!!!!”, jerit Eyik, ketika ngeliat monyet menggeret-geret tas milik Brandon menuju ke arahnya.

Ditambah lagi jeritan si Egu,”Woiiy… Kita diserang monyet liar, woiy! Ayo dong ikutan histeris kayak gw dong!!!”.

“NguikH hUWHukuhikh! ( terjemahan ke bahasa manusia: woiy, ngapain loe pada ngejerit-jerit!?)”, teriak Brandon.

“ArRRgh…Tolong! Monyetnya mengejar aku…., demi keselamatan kita bersama…KAbuuR….”, jerit Ncoik.

Begitulah. Brandon ditinggal begitu saja oleh teman-teman-(durhaka)-nya. Setelah hidup terkatung-katung di hutan, suatu ketika petugas Perhutani menangkapnya karena menyerang rumah penduduk. Sebenernya, dia gak bermaksud menyerang. Dia hanya ingin meminjam PlayStation 2 milik warga karena udah lama gak maen game Pro Evolution Soccer. Untung aja dia gak digebukin warga kampung.

Oleh petugas Perhutani ia lalu dikirim ke Kebun Binatang Sumbar. Nah, jika kamu berkunjung ke Bon-bin di Sumbar dan menemukan monyet yang hobi baca komik, main PS dan sepakbola, sapalah dia ,”Ndon, Brandon mau pisang?”


24052009 17:28 A. M

Selasa, 28 April 2009

S.M.S (Save My Self)

Ada suatu kejadian dalam hidup gw yang bikin gw lebih bisa ngehargain hidup dan tahu tujuan hidup, bahwa hidup itu patut diperjuangkan dan hidup harus dihadapi dengan senyuman! Autoblackthrough.

...
Doeloe, ketika jaman gw SMA, gw sering hang out di malam hari n' pulang dini hari (pas siaran sepakbola mancanegara disiarin) ama temen-temen gank gw (Black Community)! Kerjaannya: kumpulin duit rame-rame trus beli gorengan n' duduk2 di tepi lapangan sepakbola, Ngerokok, dan banyak lagi kerjaan laen yang gak bermutu. Intinya, pengalihan pada hal-hal tertentu daripada pening mikirin UAN yang kian tahun jadi tambah berat angka nilai kelulusannya!

Gw udah dinasehatin ama ortu, tapi gw anggap angin lalu aja! Perlahan gw berubah... . Ortu gw udah kesal karena gw sering pulang larut malam, tetangga-tetangga sekitaran rumah udah pada ngadu ke ortu gw. Dikirain gw maling kali, suka jalan-jalan malam hari! (_padahal obsesi gw 'kan jd BATMAN!_)

Gw sering kena marah, n' derita gw smakin bertambah dengan kena semprot pake kata2 yg keluar dari mulut ortu gw yang (apesnya) muncrat-muncrat! Untung gw inget peribahasa yg diajarin guru SD, ''Sedia payung sebelum kena hujan ( muncratan orangtua)''. Jadi, baju gw gak bakalan basah. hehehe(_jas kiding Mak, Pak_). Gw bosan kena marah trus tiap hari. Mujur aja duit jajan kagak dikurangin... slamet, slamet... .

Tapi akhirnya, uang jajan gw kena PHK juga. Sebabnya, gw membangkang ama Bapak pas disuruh bersihin WC (sorry Dad!). Gw tengsin Cuy! Wajah ganteng gw yg mirip ama Robert Pattinson gini (_yang mau ngambil kantong plastik bwt muntah, gw tungguin... Cepetan! Gw mo lanjutin cerita neh!_) masa' disuruh bersihin WC!

Gw kena usir dari rumah n' gw pun minggat!!!

JRENG! JRENG!!! (MUSIK thriller: ON)
(_N.B: gw minggatnya gak jauh-jauh amat, cukup ke rumah nenek gw_) hehehe [:P]

Mak yang sayang banget ama gw, secara karena mirip Robert Pattinson, akhirnya ngejemput gw ke rumah nenek (_ini ceritanya gw ngambek, ogah pulang ke rumah (gengsian, karena udah diusir)_). Ngebujuk pulang -back to home- pake alasan ujian semester n' UAN udah deket sgala lage!!! Jadi, biar full konsentrasi belajarnya, kata Mak. ya udah deh, gw nurut.

Gw pulang n' sebagai anak berbakti, gw minta maaf ama Bapak. Gw peluk-pelukan ama Bapak, kemudian jongkok bwt bersimpuh. Niatnya mau nyentuh kaki Bapak gw (minta restu) dan menyedekapkan tangan di dada, tapi keburu dicegah ama beliau. Hiks, hix, hiks... dramatis banget waktu ntu...(_tapi, kok kayak ending pilem India yak!???_). Gw sadar gw salah. Dan, gw konsen ke sekolah. Belajar keras bwt persiapan menghadapi ujian semester n' akhir nasional! Lulus dan sekarang kuliah...

# Pesan moral:
Ridho orangtua juga sama aja ama ridho Allah SWT n' tujuan hidup loe ntu harus berbakti kepada orangtua dan kepadaNya.

Satu lagi kejadian yang bikin gw merasa harus memperjuangkan hidup adalah ketika gw ampir mati tenggelam.

Kelas gw di SMA sering ngadain acara jalan-jalan bareng kalo lagi musim liburan semester datang.
Tempat wisata yang dipilih kali ini adalah ojek, ehk...objek wisata Air terjun Pancaro Rayo. Air terjun ini dipilih karena letaknya yang extreme, jauhan dikit ke dalam hutan juga karena sensasinya yang exotic. Air terjunnya menghempaskan angin yang bercampur tetesan air, saking kencangnya gelombang kejut air dari atas.

Gw yang rada gokil (_lebih tepatnya ceroboh, bodoh, idiot, moron, dungu, ele. Ayo sebutin lagi!!!_) mencoba berenang dari kaki air terjun, ikut-ikutan temen gw, si Riki, yg udah nyebur duluan n' selamat sampe ke tepi! Gw nyebur, tapi gak sepenuhnya selamat! Pusaran air sekitaran air terjun narik gw ke arah kaki air terjun, tepat ke arah hempasan air terjun! Gw megap-megap cari pijakan yang celakanya gak ada sama sekali!

Kepala gw timbul-tenggelam di permukaan air. Cari napas susah!!! Gw berusaha minta tolong. Tapi, damn it! Teman-teman gw yang nonton di tepian malah ngira gw pura-pura tenggelam. Secara, gaya gw udah kayak gaya Michael Phelps nyebur di kali! Ditambah lagi, menurut kesaksian mereka, gw tenggelam kayak orang lagi ketawa! Bukannya gw ditolongin, malah gw disorakin kayak orang lagi nonton topeng monyet (_emangnya gw Sarimin apa!???_).

Tenaga gw abis, semua jadi gelap waktu ntu. Di benak gw terbayang sudah wajah-wajah orang yang gw sayangin n' gw kebayang juga headline koran yang bakalan memuat berita tentang gw: ''ROBERT PATTINSON MATI TENGGELAM''.

Gara-gara struktur mulut gw yang monyong (_oke, okehhh!!! Gw akuin dah! Puas?_), mangap di air pun disangka lagi ketawa juga! Bang-sat! Berkat pertolongan temen-temen gw (yang durhaka sesaat waktu ntu): Andry, Andreo, Davin, Eki, Egi, Fadli, Joko, Ncaik, Pesa, Rafio, n' Riki, gw selamat.
Thanx Bro!

# Pesan moral:
Hidup itu indah. Wajar dan sangat patut diperjuangkan!

Selasa, 10 Februari 2009

Tutttutara (Ketutu Nanggu' Tiara)

---
Begitu banyak harapan dan kenangan yang gw tinggalkan di kampung halaman, Kerinci. Tempat dimana gw akan selalu pulang. Tempat dimana gw selalu menandai cerah pagi di ufuk timur. Tempat dimana lidah gw ketagihan masakannya yang khas.
*mulai ngawur*

---

Gw adalah Hamid dalam roman Di Bawah Lindungan Ka'bah-HAMKA; gw adalah bola bowling yang harus menjatuhkan 2 pin bowling tersisa pada sisi yang berseberangan; gw manusia yang selalu tolol, bodoh, dan moron pada saat penting dan situasi terhormat.

---
Waktu zaman gw TK, gw punya temen (anak tetangga sebelah rumah) yg sering gw jahilin.hehehe. Dari mulai gw jitak kalo lagi kalah maen boncet (petak umpet) hingga sarang tawon yg gw lempar pake batu ampe ntu anak tetangga lari-lari kesakitan kena serbu disengat tawon ngamuk!hahaha.*senyum kemenangan*

Sekarang, gw malu n' segan berat kalo ketemu ama dia (si anak tetangga tersebut.RED). Maapkan aku. Itu semua kulakukan karena waktu itu aku belom dijampi-jampi.

Senin, 26 Januari 2009

Diam dan Pahami! (silent and just thinked)

A F
A Dm F A
Dm A Dm G A
A G F A
@: A Dm F A

Mulai hidup pagimu dengan mimpi. Maka kau akan mengerti. Hidup memang tak serapuh yang dulu. Bertahanlah kau denganku.

Jika langkahmu mulai terasa gontai. Coba diam dan pahami. Dunia tak akan menunggumu. Bertahanlah kau denganku.

@
Saatnya kita berlari, waktu 'kan terus pergi, coba diam dan pahami (sesali)
#

ALE (sang pujangga dan penjaga pantai)